Pawai pembangunan dimulai dari Patung Jamu Bulakrejo menyusuri Jalan Jenderal Sudirman dan finish di depan rumah dinas bupati. Penampilan kendaraan hias menjadi daya tarik tersendiri. Karena setiap peserta menampilkan kendaraan hias dengan tema beragam.
"Antusiasme masyarakat sangat luar biasa, karena kan dua tahun absen, dua tahun tidak ada karnaval karena pandemi Covid-19," kata Sekda Sukoharjo Widodo, Sabtu.
Karnaval dimulai pukul 13.00 WIB diawali dengan rombongan marching band. Di belakang rombongan marching band, tampil peserta pawai lainnya, dimulai TNI/Polri dari berbagai kesatuan yang menampilkan sejumlah kendaaran tempurnya masing-masing. Setelah itu, rombongan forkompincam dan pejabat kecamatan yang naik mobil jeep, diikuti kendaraan hias dari masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD).
Kendaraan hias yang ditampilkan sangat beragam. Seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Sukoharjo menampilkan replika bangunan dan jembatan. Dinas Kesehatan (Dinkes) Sukoharjo yang menampilkan kendaraan hias keranjang buah. Kemudian Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo memamerkan kendaraan hias hasil pertanian, serta Dinas Pemuda dan Olahraga Sukoharjo menampilkan kendaraan hias ASEAN Para Games.
Karnaval disambut masyarakat dengan sangat antusias. Di sepanjang rute kirab, warga terlihat memenuhi sisi jalan. Teriknya sinar matahari tak menyurutkan semangat waga untuk menyaksikan pawai.
Sementara untuk panggung kehormatan berada di depan rumah dinas bupati. Di panggung kehormatan, tampak Bupati Sukoharjo Etik Suryani didampingi suami Wardoyo Wijaya, Wakil Bupati Agus Santosa serta pejabat forkompimda.
Terpisah, Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan menjelaskan, untuk mengamankan pelaksanaan pawai pembangunan tersebut, Polres Sukoharjo menerjunkan sebanyak 250 personel.
“Personel yang terlibat pengamanan pawai pembangunan terdiri dari personel Polres Sukoharjo dan Polsek Jajaran, baik untuk pengamanan terbuka ataupun pengamanan tertutup,” ujarnya.
Personel pengamanan melaksanakan tugas pengaturan, penutupan arus lalu lintas dan pengamanan jalur yang dilalui peserta pawai. Selain itu, personel pengamanan juga menyeleksi kendaraan pawai guna mengantisipasi motor yang menggunakan knalpot brong atau tidak standar maupun kereta kelinci.
“Selama pengamanan yang dilakukan, pawai berjalan dengan aman dan tertib,” tandas Wahyu. (kwl/ria) Editor : Syahaamah Fikria