Untuk itu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama PMI Sukoharjo menggelar simulasi mitigasi bencana alam di wilayah rawan, yaitu SDN 1 Pandeyan, Kecamatan Grogol, dan SDN 1 Pranan, Kecamatan Polokarto, Kamis (13/10).
“Di SDN 1 Pandeyan diikuti 50 siswa. Di SDN 1 Pranan diikuti 46 siswa. Anak-anak sangat antusias,” terang Kepala BPBD Sukoharjo Sri Maryanto.
Dipaparkannya, Desa Pandeyan dan Pranan rawan banjir. Dengan simulasi tersebut, anak-anak dibekali pengetahuan tentang ancaman banjir dan gempa bumi. Tujuannya, ketika terjadi hal yang tidak diinginkan, mereka mampu mengamankan diri pribadi, evakuasi mandiri, hingga memberikan pertolongan kepada lainnya.
“Simulasi tersebut juga mendukung pekan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) nasional," jelas Sri Maryanto.
Puluhan murid SD juga dilatih melakukan pertolongan pertama luka ringan. Di antaranya memasang perban dan sebagainya.
Diberitakan sebelumnya, kegiatan serupa digelar Senin-Selasa (22-23/8) dan diikuti sebanyak 50 murid SD dari dua sekolah di Kecamatan Mojolaban.
Dalam kegiatan tersebut, anak-anak dilatih mitigasi bencana gempa bumi saat mengikuti kegiatan belajar mengajar di dalam kelas. Mereka diajari cara melindungi diri. Di antaranya bersembunyi di bawah kolong meja, menutupi kepala dengan tas maupun buku, dan sebagainya.
Setelah getaran gempa bumi mereda, mereka segera menuju ke tempat aman atau titik kumpul untuk menghindari kemungkinan gempa susulan yang dampaknya lebih besar.
Peserta pelatihan diharapkan bisa menularkan tata cara mitigasi bencana kepada anak-anak lainnya hingga memberikan bantuan untuk meminimalkan korban.
Selain anak-anak, yang rentan terdampak bencana antara lain bayi, ibu hamil, lanjut usia, dan difabel. Mereka menjadi prioritas penyelamatan dan evakuasi. (kwl/wa/dam) Editor : Damianus Bram