Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Solo terkait ambrolnya kembali jembatan sesek yang dikelola warga, mengatakan, bahwa kepolisian tidak merekomendasikan jembatan tersebut digunakan. Namun dengan pertimbangan sosiologis dapat dimaklumi.
"Dimaklumi apa bila, ini saya minta Kapolsek dan Forkompincam berkomitmen bersama pengelola jembatan sesek tersebut. Apabila debit air meningkat operasional dihentikan dulu," kata Wahyu Nugroho, Rabu (19/10).
Kata dia, pengelola harus standby selama operasional jembatan, jangan sampai dibiarkan kosong. Kemudian, pengelola juga harus bertanggungjawab memberikan jaminan keselamatan.
"Jadi, dimaklumi jika ada komitmen-komintmen tentang jaminan keselamatan," tegas Wahyu.
Seperti diketahui jembatan sesek yang menghubungkan Solo dengan Sukoharjo yang ada di wilayah Ngepung, Sangkrah dan Mojo, Semanggi ambrol akibat diterjang kuatnya arus Sungai Bengawan Solo, Rabu (19/10) sore. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. (kwl/dam) Editor : Damianus Bram