Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo Sri Maryanto menjelaskan, banjir sempat menggenangi ruang kelas, perpustakaan, dan laboratorium. Bahkan, pagar sekolah sisi selatan roboh.
“Ketinggian air yang masuk lingkungan sekolah sekira 1,5 meter. Pagar sisi selatan yang roboh sepanjang 35 meter. Lalu sebelah utara yang roboh ada dua titik. Panjangnya 4 meter dan 15 meter,” kata Sri Maryanto di sela-sela pembersihan bersama siswa, guru, dan karyawan SMAN 1 Weru, Senin (21/11).
Diakui Sri Maryanto, banjir meluluhlantahkan sebagian sarana-prasarana (sarpras). Mulai dari jaringan listrik, ruang kelas, perpustakaan, meja, kursi hingga buku-buku. Banjir bandang tersebut juga merendam laboratorium komputer, biologi, kimia, dan fisika. Termasuk ruang kepala sekolah, guru, tata usaha (TU) hingga ruang musik.
“Bahkan kegiatan belajar mengajar (KBM) terpaksa diliburkan. Kerugian materi diperkirakan mencapai Rp 1,4 miliar. Tadi (kemarin) ada giat bersih-bersih oleh guru, siswa, relawan, BPBD, dan damkar (pemadam kebakaran),” imbuh Sri Maryanto.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jawa Tengah Uswatun Hasanah saat dikonfirmasi mengaku sudah menerima laporan banjir yang menimpa SMAN 1 Weru. Dia menegaskan akan segera merehabilitasi sekolah tersebut agar KBM kembali normal.
“Ya, laporan sudah masuk. Kami sudah berkoordinasi. Insya Allah segera dilakukan rehab sesuai kebutuhan. Standar pelayanan khusus akan dilakukan untuk penanganan awal,” terang Uswatun. (kwl/fer/ria) Editor : Syahaamah Fikria