Dalam pantauan langsung yang digelar Bupati Sukoharjo di Bendungan Siluwur, Kecamatan Weru, Ia terlihat kaget melihat kondisinya. Untuk itu, Bupati langsung mengistruksikan kepada Camat Weru dan instansi terkait lain untuk segera membersihkan tumpukan sampah yang ada di Bendungan tersebut.
“Tentu ini membahayakan kalau tidak dibersihkan. DPU atau pak Camat mana, bersihkan sampah-sampah yang ada di sini jangan sampai mengakibatkan petani atau warga terdampak,” kata Bupati Sukoharjo Etik Suryani, Kamis (8/12).
Saat turun mengecek pintu air, Bupati juga sempat bertemu dengan warga setempat yang memberikan penjelasan mengenai kondisi sampah tersebut. Warga tersebut mengatakan jika sampah itu berasal dari atas dan terbawa arus sungai saat banjir.
Mendapat penjelasan tersebut, Bupati langsung memanggil Camat Weru yang ikut dalam rombongan. Bupati meminta camat melakukan upaya pembersihan karena mengganggu aliran air untuk petani dan membahayakan kondisi pintu air.
“Jika air di Sungai Siluwur naik tetapi terhambat oleh sampah, akan mengakibatkan banjir dan yang terdampak adalah petani serta warga yang ada di sekitar sungai,” ujar Bupati.
Plt Asisten 1 Bidang Pemerintahan Bagas Windaryatno beberkan bahwa sampah selalu tersangkut di bendungan. Sehingga mengganggu aliran air, bahkan sering menyebabkan banjir.
"Kita sudah koordinasikan dengan DPU PR, saat ini sedang ada kajian bersama konsultan di tahun anggaran ini tentang bagaimana desain terbaik bendung tersebut. Rencana akan di lebarkan pintu-pintu airnya, sehingga sampah tidak tersangkut di bendung tersebut," kata Bagas.
Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukoharjo Sri Maryanto mengatakan ratusan personel gabungan mulai bersihkan sampah sungao Siluwur, Jumat (9/12). Bendungan ini, sepanjang 2022 sudah lima kali dibersihkan.
"Kalau hujan ya banyak sampah lagi. Tahun ini, personel gabungan sudah bersih-bersih sekitar 5 kali," kata Sri Maryanto. (kwl/dam) Editor : Damianus Bram