Kepala Desa (Kades) Karangwuni Hartono mengatakan, wacana pembangunan tol itu akan membelah desanya menjadi sisi barat dan timur tol. Seluas tiga haktare sawah terdampak. Begitu pula dengan rumah warga.
"Kantor kelurahan (balai desa) saya kena. Tapi cuma yang di sisi timur," ujarnya, Jumat (6/1/2023).
Hal yang paling dikhawatirkan, imbuh Hartono, wilayahnya menjadi desa mati. Sikap kades setempat tegak lurus dengan pernyataan Bupati Sukoharjo Etik Suryani yang lebih sepakat dibangun jalan lingkar. "Kalau jalan lingkar, ekonomi bisa hidup," terang dia.
Terpisah, Camat Polokarto Heri Mulyadi mengatakan, wacana pembangunan tol lingkar timur selatan Surakarta masih dalam tahap studi kelayakan. (kwl/bun/wa) Editor : Tri Wahyu Cahyono