Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Karangwuni Disebut Bakal Terbelah Tol Timur Selatan Surakarta, Khawatir Menjadi Desa Mati

Tri wahyu Cahyono • Sabtu, 7 Januari 2023 | 02:36 WIB
Pemotor melintas di depan Balai Desa Karangwuni, Kecamatan Polokarto, Sukoharjo, Jumat (6/1/2023). Desa setempat disebut-sebut bakal dilintasi proyek tol lingkar timur selatan Surakarta. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)
Pemotor melintas di depan Balai Desa Karangwuni, Kecamatan Polokarto, Sukoharjo, Jumat (6/1/2023). Desa setempat disebut-sebut bakal dilintasi proyek tol lingkar timur selatan Surakarta. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)
RADARSOLO.ID-Selain mendapat penolakan dari sejumlah kepala daerah di eks Karesidenan Surakarta, wacana pembangunan jalan tol lingkar timur selatan Surakarta memunculkan kekhawatiran di Desa Karangwuni, Kecamatan Polokarto, Sukoharjo. Ketika dilintasi tol, desa setempat bakal terbelah menjadi dua bagian dan bakal menjadi desa mati.

Kepala Desa (Kades) Karangwuni Hartono mengatakan, wacana pembangunan tol itu akan membelah desanya menjadi sisi barat dan timur tol. Seluas tiga haktare sawah terdampak. Begitu pula dengan rumah warga.

"Kantor kelurahan (balai desa) saya kena. Tapi cuma yang di sisi timur," ujarnya, Jumat (6/1/2023).

Hal yang paling dikhawatirkan, imbuh Hartono, wilayahnya menjadi desa mati. Sikap kades setempat tegak lurus dengan pernyataan Bupati Sukoharjo Etik Suryani yang lebih sepakat dibangun jalan lingkar. "Kalau jalan lingkar, ekonomi bisa hidup," terang dia.

Terpisah, Camat Polokarto Heri Mulyadi mengatakan, wacana pembangunan tol lingkar timur selatan Surakarta masih dalam tahap studi kelayakan. (kwl/bun/wa) Editor : Tri Wahyu Cahyono
#proyek nasional #desa mati #tol lingar timur selatan surakarta #Desa Karangwuni