Peternak sapi dan kambing asal Kecamatan Nguter Ibnu Setyo Soleh, 42, mengaku bakal terjadi penurunan permintaan hewan kurban. Mengingat momentum Idul Adha bersamaan dengan penerimaan peserta didik baru (PPDB), tahun ajaran baru 2023/2024.
“Tahun lalu kurban sapi paling banyak diminati. Tahun ini sapi lebih laris. Stok saya 40 ekor, sekarang tinggal delapan ekor saja,” ujar Ibnu saat dijumpai Jawa Pos Radar Solo di peternakannya di Nguter, Selasa (20/6/2023).
Namun, Ibnu mengakui adanya penurunan permintaan hewan kurban dibanding tahun lalu. Baik lembaga maupun panitia kurban masjid.
“Saya kan punya data lembaga dan panitia kurban masjid yang dulu perbah beli. Tahun ini mereka mengurangi. Contoh yang tahun lalu beli lima ekor, sekarang hanya tiga ekor. Ada yang dulu beli 10 ekor, sekarang dikurangi jadi delapan ekor,” imbuh Ibnu.
Ibnu menjelaskan, harga sapi per ekor lebih dari Rp 23 juta. Kendati demikian, cukup banyak pesanan sapi di kisaran harga Rp 20 jutaan-Rp 22 juta.
“Kalau domba dan kambing tahun ini juga mengalami tren penurunan. Beda dengan pas pandemi di 2020 dan 2021 lalu. Dulu kan orang-orang tidak boleh berkerumun. Saat itu kurban kambing lebih diminati,” beber Ibnu.
Ditanya penjualan kambing, Ibnu mengaku baru 70 ekor yang terjual. Padahal dia memiliki stok 300 ekor. “Itu yang beli perorangan. Lembaga atau panitia kurban masjid sepertinya masih wait and see. Karena yang jualan banyak,” bebernya. (kwl/fer/dam) Editor : Damianus Bram