RADARSOLO.COM - Usia tak membatasi semangat para lansia yang tinggal di Dusun Cangkol RW 8, Desa Cangkol, Mojolaban, Sukoharjo untuk mewujudkan kampung mereka menjadi kampung ramah lansia Cangkol Berdaya.
Kampung ramah lansia tersebut memiliki 12 program pemberdayaan bagi para lansia. Yakni layanan kesehatan lansia, masjid ramah lansia, sekolah kader ramah lansia, sekolah keterampilan lansia, kebun gizi, sport center. Kemudian, sedekah sayur Jumat barokah, bank sampah Cangkol Berdaya, home visit, kelompok usaha bersama Cangkol Berdaya, layanan pinjaman modal usaha, dan bazar produk kelompok usaha.
Semua program pemberdayaan kampung ramah lansia Cangkol Berdaya yang merupakan sinergi pemberdayaan antara Rumah Zakat dan PKK Kelurahan Cangkol, Kecamatan Mojolaban. PKK Kelurahan Cangkol ini maju lomba mewakili Kecamatan Mojolaban di tingkat Kabupaten Sukoharjo.
Selain itu, kampung ramah lansia Cangkol Berdaya juga memiliki inovasi 'Lancar Masseh', merupakan singkatan dari lansia Cangkol beraksi mengatasi masalah sosial dan kesehatan.
"Sangat luar biasa. Saya melihat langsung sebuah masjid yang tidak hanya digunakan untuk ibadah, tapi menyediakan banyak fasilitas bagi lansia. Mulai dari terapi ikan, terapi batu, smart TV, gazebo ruang belajar, kebun gizi, budidaya lele dalam ember, layanan tensi dan timbang berat badan," tutur Ketua TP-PKK Kabupaten Sukoharjo Loeh Dyah Sintowati Minarno Agus Santoso saat evaluasi dan monitoring di kampung setempat.
Tak hanya itu, kampung ramah lansia Cangkol Berdaya bahkan mampu memanfaatkan limbah air wudlu untuk menyirami tanaman sayur mayur di kebun gizi. Di mana tanaman sayur mayur itu sebagian dijual untuk biaya pemberdayaan masyarakat. Serta sebagian lagi disalurkan untuk pemenuhan gizi bagi balita maupun lansia yang membutuhkan.
"Limbah air kolam lele pun tidak terbuang sia-sia karena dimanfaatkan untuk menyirami tanaman sayur mayur ini juga," ucap Loeh Dyah Sintowati.
Melihat inovasi dari kampung ramah lansia Cangkol Berdaya, dia berharap kegiatan ini bisa terus berkelanjutan. Bahkan bisa menginspirasi kampung-kampung lain agar mampu berdaya meski di usia tak lagi muda. (*/ria)
Editor : Syahaamah Fikria