RADARSOLO.COM - Sabar Gorky, 54 legenda olahraga gunung dan panjat tebing Indonesia ikut memeriahkan lomba balap kano di Desa Jangglengan, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, Sabtu (23/9/2023).
Meski kano yang dikendarainya terbalik saat mengambil bendera, namun Sabar Gorky tetap mencapai garis finis di urutan ketiga.
Kepala Desa Jangglengan Sutoyo mengatakan, llomba kano atau perahu dayung ini diikuti oleh lebih dari 100 peserta. Para peserta datang dari berbagai kota di Solo Raya, seperti Wonogiri, Solo dan Karanganyar.
Lomba balap kano ini bersifat fun, bukan kompetisi profesional. Sebagai upaya mengingatkan kembali warga masyarakat bahwa pada zaman dahulu perahu digunakan untuk alat transportasi. Perahu digunakan untuk kegiatan perekonomian warga masyarakat di lembah Sungai Bengawan Solo.
"Dulu, kalau mau ke Solo ya pakai perahu. Alat transportasinya pakai perahu. Sungai Bengawan Solo merupakan urat nadi perekonomian pada zaman dulu," kata Sutoyo.
Sementara Sabar Gorky yang ikut jadi peserta mengaku tertantang dengan olah raga balap kano yang digelar Pemerintah Desa Jangglengan, Kecamatan Nguter. Menurut dia, Sukoharjo yang memiliki potensi Sungai Bengawan Solo, harus bisa memaksimalkan salah satunya lewat sport tourism.
"Motivasi saya ikut memeriahkan, kano ini kan olahraga petualangan. Sesuai dengan jiwa saya. Sukoharjo ini mempunyai tempat yang luar biasa yakni Bengawan Solo, kenapa selama ini tidak dimanfaatkan. Makanya ada lomba seperti ini saya senang sekali," kata Sabar ditemui di lokasi lomba balap kano.
Sabar Gorky dan rekannya ikut dalam kelas beregu putra dengan panjang lintasan 2 X 150 meter. Pada lap 150 meter pertama, peserta lomba harus mengambil bendera, lalu kembali ke titik start untuk mengakhiri perlombaan.
Sayangnya, kano yang dikendarai Sabar Gorky terbalik. Beruntung, ada tim penyelamat dari relawan Srigunting yang telah disiagakan panitia guna melakukan evakuasi. Sabar dan rekannya langsung kembali bisa mendayung hingga ke garis finish.
"Ya tadi sempat terbalik, ada tim penyelamat yang membantu kami. Justru ini tantangannya, kano terbalik dan angin. Tapi yang penting sportivitas, tetap kembali berlomba mencapai finish," ujar dia.
Sabar Gorky merupakan pecinta olahraga gunung. Setidaknya empat gunung dan tujuh gunung tertinggi dunia pernah dilibasnya. Yakni, puncak Jayawijaya (Carstensz), Papua, Gunung Elbrus (Rusia), Gunung Kilimanjaro (Tanzania), dan Aconcagua (Argentina).
Di Aconcagua, Sabar Gorky belum bisa mencapai puncak karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan. Tak hanya mendaki gunung, Sabar juga ahli dalam panjat dinding maupun panjat tebing. Bahkan, dia pernah mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional melalui kompetisi panjat dinding. (kwl/ria)
Editor : Syahaamah Fikria