Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Minta Kemarau Irigasi tetap Mengalir, Ancam Copot Dirjen Lelet

Iwan Kawul • Rabu, 25 Oktober 2023 | 22:34 WIB
DIALOG: Plt Mentan Arief Prasetyo Adi (tengah) didampingi Wakil Bupati Sukoharjo Agus Santosa (kiri) bersama petani usai panen raya di Desa Karangwuni, Kecamatan Polokarto, kemarin (14/10).
DIALOG: Plt Mentan Arief Prasetyo Adi (tengah) didampingi Wakil Bupati Sukoharjo Agus Santosa (kiri) bersama petani usai panen raya di Desa Karangwuni, Kecamatan Polokarto, kemarin (14/10).

RADARSUKOHARJO.COM – Pelaksana tugas (PlT) Menteri Pertanian (Mentan) Arief Prasetyo Adi kunjungan kerja ke Sukoharjo, kemarin (24/10). Menghadiri panen raya di Desa Karangwuni, Kecamatan Polokarto. Serta berjanji menindaklanjuti keluhan pertani, terkait tata kelola irigasi di musim kemarau.

Dalam kunjungannya di Polokarto, Arief menyempatkan berdialog dengan petani. Seorang di antaranya Ketua Gabungan Perkumpulan Petani Pengguna Air (GP3A) Colo Timur Jigong Sarjanto.

“Di musim kemarau ini kami selalu kekurangan air, karena irigasi dari Dam Colo ditutup sebulan. Kami minta Kementerian Pertanian berkoordinasi dengan Kementerian PUPR, supaya saat kemarau irigasi tetap mengalir,” kata Jigong dalam dialog tersebut.

Arief merespons keluhan tersebut, dengan menugaskan direktorat jenderal (dirjen) untuk berkoordinasi dengan Kementerian PUPR. Terutama yang berwenang dengan tata kelola sumber daya air.

“Di kementerian pertanian harus bekerja dengan cepat. Langsung pak kami akan tugaskan. Kalau tidak cepat, nanti pak dirjen bisa dicopot,” sahut Arief yang juga kepala Badan Pangan Nasional (BPN) itu.

Di sisi lain, Arief mendorong petani dan Pemkab Sukoharjo untuk melakukan percepatan tanam nasional. Tepatnya pada musim tanam (MT) I 2023-2024. Program ini untuk mengejar target produksi padi 35 juta ton setara beras di awal tahun, atau masa panen perdana 2024.

“Target produksi beras di 2024 sebesar 35 juta ton. Ini target besar. Semua kabupaten bergerak cepat untuk merinci program dan target hingga level kecamatan dan desa,” imbuh Arief.

Nantinya, pemkab menunjuk penanggung jawab program ini hingga tingkat kecamatan dan desa.  Supaya lebih inovatif dalam meningkat indeks penanaman 1 juta hektare, perluasan areal tanam 0,3 juta hektare, integrated farming, dan peningkatan provitas menjadi 5,7 ton per hektare. “Kata kuncinya di SDM (sumber daya manusia), SDM, dan SDM,” beber Arief.

Sementara itu, di Polokarto Arief didampingi Wakil Bupati (Wabup) Sukoharjo Agus Santosa. Agus menyebut Kota Makmur merupakan salah satu penyangga pangan di Provinsi Jawa Tengah. Indeks pertanaman padinya 300 atau tiga kali setahun. Bahkan saat kemarau panjang ini, petani tetap semangat menanam padi. Di mana terdapat standing crop seluas 11.711 hektare.

“Apabila mengamankan standing crop ini, luas panen di Desember mencapai 50.949 hektare. Hasil panen padi petani di musim tanam III menggembirakan. Produktivitasnya 8 ton per hektare. Harga jual gabah dari petani Rp 7.300 per kilogram (kg),” urai Agus. (kwl/fer)

Editor : Damianus Bram
#Menteri Pertanian #Arief Prasetyo Adi #panen raya