RADARSUKOHARJO.COM-Pembangunan berkelanjutan wajib dilakukan melalui partisipasi seluruh lapisan masyarakat.
Salah satunya dengan sinergi pentahelix yang kuat, sehingga pemerintah bisa menjadi fasilitator pemberdayaan sekaligus menampung aspirasi masyarakat.
Inilah sistem kerja yang dilakukan Camat Sukoharjo Kabupaten Sukoharjo Havid Danang Purnomo Widodo dalam membangun wilayahnya.
Prioritas utama Pemkab Sukoharjo dalam menjalankan sistem kerjanya, salah satunya melalui pembangunan berkelanjutan.
Pendekatan yang tengah diupayakan untuk mencapai tujuan ini, adalah konsep pentahelix.
Konsep ini menekankan pentingnya kerja sama antara lima sektor kunci. Mulai dari pemerintah, akademisi, industri, masyarakat sipil, termasuk media massa.
Pelibatan semua pihak ini diharapkan menciptakan sinergitas yang kuat dalam mencapai pembangunan berkelanjutan.
“Sejak dilantik sebagai camat Sukoharjo, saya selalu menerapkan konsep ini. Semua pihak dirangkul untuk bersinergi membangun Kecamatan Sukoharjo,” ujar Havid Danang.
“Melalui kerja sama yang baik antarunsur pemerintahan, akademisi, industri, masyarakat sipil, dan media massa,” imbuhnya.
Menurut Havid Danang, pemerintah berperan penting dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.
Pemerintah memiliki kekuatan berupa regulasi dan kebijakan, sehingga dapat menentukan arah pembangunan menuju keberlanjutan.
Apalagi wilayah yang dipimpin Havid Danang masuk dalam lingkup perkotaan. Sehingga Pemerintah Kecamatan Sukoharjo wajib mendukung dan mendorong pelaksanaan pembangunan berkelanjutan yang digaungkan pemkab.
“Kecamatan Sukoharjo ini banyak sekolahan. Ada industri besar, berbagai dunia usaha, kelompok-kelompok masyarakat, serta media massa,” ucap Havid Danang.
“Semuanya bisa diajak untuk mengambil peran dalam upaya pembangunan berkelanjutan ini,” imbuh dia.
Dalam upaya mencapai tujuan tersebut, penting bagi semua pihak untuk saling berkolaborasi, berbagi pengetahuan, termasuk mengambil langkah-langkah yang berkelanjutan.
“Hanya melalui kerja sama dan koordinasi yang kuat antara semua sektor ini, kita dapat menciptakan dunia yang lebih berkelanjutan untuk generasi masa depan,” ucapnya.
Rajin Blusukan, Serap Aspirasi Masyarakat
Havid Danang dikenal memiliki berbagai inovasi dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara.
Salah satunya Sipitung Saba Kampung. Berupa blusukan ke kampung-kampung untuk menyerap aspirasi, sekaligus melihat kondisi perekonomian masyarakat.
Inovasi Sipitung Saba Kampung ini berawal dari hobi Havid Danang mengendarai sepeda motor klasik Honda C70 alias Sipitung.
Dengan mengendarai motor klasik ini, Havid Danang rajin blusukan untuk melihat potret kehidupan masyarakatnya.
Tak sendirian, dia mengajak jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkompimcam) Sukoharjo, yang terdiri dari kapolsek, danramil, dan puskesmas.
“Hobi sekaligus untuk bekerja. Kami melayani masyarakat dengan mengendarai sepeda motor klasik Honda C70 untuk keliling ke kampung,” tutur Havid Danang.
Dalam program Sipitung Saba Kampung, lanjut Havid, jajaran Forkompimcam Sukoharjo mendatangi tokoh-tokoh masyarakat, tokoh agama, dan warga.
Selama blusukan, mereka menyerap keluhan, aspirasi, termasuk melihat kondisi sosial ekonomi masyarakat.
Selain itu, forkompimcam juga melakukan sosialisasi terkait keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), termasuk kesehatan.
“Kepala puskesmas diajak juga. Kami keliling kampung ke RT-RT dengan motor sipitung,” ucapnya.
“Kami tempelkan stiker-stiker nomor kontak forkompimcam, supaya aduan atau keluhan dari masyarakat bisa segera ditindaklanjuti,” imbuh Havid Danang.
Tujuan lain dari Sipitung Saba Kampung yakni merajut komunikasi yang efektif, inovatif, dan intensif dengan seluruh lapisan masyarakat.
Harapannya masalah-masalah yang ada di tengah masyarakat tertangani secara cepat, maksimal, dan tepat sasaran.
Selain Sipitung Saba Kampung, berbagai inovasi juga dijalankan Havid Danang. Di antaranya Monev Simonik.
Berupa pendampingan dari kecamatan terkait pelaporan tingkat kelurahan. Mencakup pelaporan capaian kinerja, output, outcome, serta realisasi anggaran.
Selanjutnya Sekolah Ibu, sebagai upaya untuk menekan angka stunting lewat pembekalan terhadap remaja putri.
Kemudian Sinergi Koordinasi Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat (Sikopas).
Tak hanya memilah dan mengolah sampah, namun sebagian hasilnya dikembalikan ke masyarakat untuk bantuan sosial dan rehabilitasi fasilitas umum.
Berikutnya Sistem Informasi Masyarakat Sukoharjo Kota (Simaskota). Aplikasi tersebut untuk menyerap aspirasi masyarakat dalam pembangunan. Baik berupa usulan, masukan, laporan, dan sebagainya.
Selanjutnya Hallo Mas Camat. Merupakan inovasi pelayanan publik di era digital berbasis media sosial (medsos) WhatsApp (WA).
Layanan tersebut sebagai sarana interaktif masyarakat dengan Pemerintah Kecamatan Sukoharjo.
Sementara itu, dalam bekerja Havid Danang beserta jajarannya ikut merangkul pedagang kaki lima (PKL) dan kelompok-kelompok masyarakat.
Mereka diberikan pembinaan dan pendampingan untuk lebih berdaya.
Contohnya para PKL yang mengais rezeki di Taman Pakujoyo. Mereka kini sudah dibuatkan suatu paguyuban.
Sehingga dalam beraktivitas bisa berkomunikasi dan berinteraksi dalam paguyuban tersebut. Kini PKL menjadi tertib.
“Kelompok masyarakat juga kami buatkan badan hukum. Sehingga bisa mengajukan bantuan ke pemerintah untuk berbagai kegiatan. Sudah banyak kelompok masyarakat yang berbadan hukum,” papar Havid Danang.
Dedikasi dan kinerja apik Havid Danang dalam memimpin Kecamatan Sukoharjo, berbuah sederet penghargaan.
Di antaranya sebagai Unit Penyelenggara Pelayanan Publik Kategori “Pelayanan Prima” 2023 dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).
Kemudian penghargaan dari Bupati Sukoharjo Etik Suryani. Berupa Peraih Implementasi SAKIP Terbaik Ketiga pada Kecamatan di Kabupaten Sukoharjo Tahun 2022.
Terbaru, Havid Danang meraih penghargaan Top Of The Year 2023 dari Jawa Pos Radar Solo. Ketegori Good Leadership Sinergi Pentahelix Dalam Pembangunan Berkelanjutan. (kwl/fer)
Editor : Tri Wahyu Cahyono