Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Rekonstruksi Pembunuhan di Polokarto Peragakan 27 Adegan, Korban Serlina Sempat Diracun Tikus

Iwan Kawul • Selasa, 28 Mei 2024 | 01:17 WIB
Rekonstruksi pembunuhan Serlina di depan Makan Mawar, Dusun Gagan, Desa Jatisobo, Polokarto, Senin (27/5).
Rekonstruksi pembunuhan Serlina di depan Makan Mawar, Dusun Gagan, Desa Jatisobo, Polokarto, Senin (27/5).

RADARSOLO.COM - Penyidik Satreskrim Polres Sukoharjo menggelar rekonstruksi pembunuhan Serlina, 22, di Desa Jatisobo, Kecamatan Polokarto, Senin (27/5). Setidaknya 27 adegan diperagakan dalam rekonstruksi itu.

Pantauan radarsolo.com, rekonstruksi digelar di depan Makan Mawar, Dusun Gagan, Desa Jatisobo, Polokarto. Dihadiri jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Sukoharjo, termasuk kuasa hukum tersangka.

Ketiga dihadirkan dalam rekonstruksi tersebut. Mereka adalah Dwi Prasetyo, 22, dan Gilang Suprihanto, 29, warga Dusun Gagan, Desa Jatisobo. Plus Rovi Saputra, 22, warga Dusun Krangan, Desa Mranggen, Kecamatan Polokarto. Sedangkan korban Serlina, 22, warga Jumapolo, Karanganyar diperankan polisi.

"Rekonstruksi memeragakan 27 adegan, mulai dari sebelum, saat, hingga setelah pembunuhan ketika para tersangka menjual barang-barang milik korban," kata Kapolres Sukoharjo AKBP Sigit.

Sigit menambahkan, saat rekonstruksi diketahui korban Serlina awalnya menemui Dwi dan Rovi yang nongkrong di Makam Mawar, Selasa (9/4).

"Korban datang ke tongkrongan, lalu memboncengkan tersangka Dwi mencari makanan untuk Idul Fitri. Belinya di sebuah  retail modern di Desa Toriyo, Kecamatan Bendosari, Rabu (10/4) pukul 01.00," ungkap Sigit.

Di tengah jalan saat hendak kembali ke tempat nongkrong, keduanya terjatuh dari motor. Tepatnya di jalan Desa Kemasan, Polokarto. Akibatnya, sikut Dwi terluka. Mereka lalu membeli obat di apotik.

"Korban sempat mengobati luka Dwi di siku tangan sebelah kanan," imbuhnya.

Setelah itu, mereka tiba di lokasi nongkrong pukul 02.00. Di lokasi itu, sudah ada Rovi dan Gilang yang menunggu. Dwi mulai kepikiran membunuh korban dengan diracun, daripada menggunakan kekerasan.

"Dwi kemudian pulang ke rumah yang tak jauh dari lokasi kejadian untuk mengambil racun tikus. Kemudian kembali lagi ke tempat nongkrong, lalu diam-diam memasukan racun tikus ke minuman korban. Yakni susu yogurt yang dibeli korban di ritail modern sebelumnya," urai Sigit.

Setelah 2 jam berlalu, racun tikus yang dicampur minuman tak kunjung bereaksi. Korban masih segar bugar.

Lalu sekira pukul 04.00, Dwi menjerat leher korban dengan sabuk perguruan silat dari belakang. Seketika, Rovi dan Gilang memegangi kaki korban.

Tak hanya itu, tersangka Gilang memukul wajah korban dengan batu, lebih dari sekali. kemudian Rovi memukul rahang korban dengan tangan kosong, menggunakan batu yang sebelumnya digunakan Gilang.

"Setelah koran tak bernyawa, jasadnya dibuang di selokan tepat di belakang lokasi mereka nongkrong," ungkap Sigit.

Selanjutnya, Dwi menjual motor korban secara online di media sosial pada Kamis (11/4). Laku Rp 4.100.000, lalu Dwi membayar hutang kepada Gilang Rp 1.550.000.

"Karena hutangnya telah dibayar, Gilang mengajak Dwi karaoke di Terminal Kartasura pada Kamis (11/4) sampai pagi pukul 04.00. Saat karaoke itu, Dwi membayar Rp 500 ribu kepada Gilang, sebagai upah karena membantu membunuh Serlina," papar Sigit.

Tak hanya motor, handphone (HP) korban merek OPPO juga dijual Dwi pada Jumat (12/4) pukul 16.00. HP itu laku Rp 500 ribu.

Malamnya, Dwi dan Rovi hendak memindah jasad korban karena khawatir ketahuan. Keduanya baru mendapatkan sewa truk pada Sabtu (13/4) pukul 04.00. Namun setiba di lokasi, jasad korban sudah membusuk dan urung dipindahkan.

"Dwi membeli HP seharga Rp 1.600.000 dengan uang hasil kejahatan. Kemudian dijual kembali pada Minggu (14/5), karena panik jasad korban sudah ditemukan," beber Sigit. (kwl/fer)

Editor : fery ardi susanto
#polres sukoharjo #rekonstruksi pembunuhan serlina di sukoharjo