RADARSOLO.COM – Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo memprediksi, harga cabai kian pedas pada November 2024 hingga Januari 2025. Momentum ini harus bisa dimanfaatkan petani untuk meningkatkan kesejahteraannya. Caranya dengan menanam cabai mulai saat ini.
Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo Bagas Windaryatno menjelaskan, kenaikan harga cabai antara November hingga Januari merupakan fenomena rutin. Sudah berjalan dalam kurun 5 tahun terakhir.
“Cabai merupakan salah satu komoditas unggulan, yang mempunyai peranan strategis dalam struktur pembangunan perekonomian nasional. Harga cabai dipasaran cukup fluktuatif, namun bukan berarti tidak bisa dipelajari untuk kepentingan bisnis petani. Saat ini harga cabai mulai merangkak naik. Maka kami mengajak petani untuk mulai menanam cabai,” kata Bagas, Senin (5/8).
Ajakan Bagas bukan tanpa alasan. Jika petani menanam cabai sekarang, maka bisa panen saat harga sedang tinggi-tingginya. Hanya saja, menanam cabai bukan tanpa risiko.
“Saat ini kan sedang musim kemarau. Stok air untuk irigasi mulai menipis. Ya berisiko saat menanam cabai di musim kemarau. Karena sejak awal tanam hingga panen, tanaman cabai sangat membutuhkan air,” urai Bagas.
Kendati demikian, Bagas mengimbau agar para petani tetap optimistis. Dengan catatan penanaman cabai sesuai dengan standar budi daya yang benar. Termasuk memahami standar keilmuan dalam budi daya.
“Ini spekulasi ya. Apalagi El Nino ini kecenderungan para petani tidak berani menanam. Nah, ini diprediksi harganya akan stabil cukup lama,” bebernya.
Saat ini, harga cabai rawit merah di pasaran tembus Rp 80 ribu per kilogram (kg). Sedangkan di tingkat petani, masih Rp 60 ribu per kg.
“Kalau menanam Agustus, nanti November sampai Januari sudah panen. Saat harga cabai semakin mahal di tingkat petani,” ujar Bagas. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto