RADARSOLO.COM - Musim kemarau ini diprediksi bakal panjang. Maka Bupati Sukoharjo Etik Suryani imbau petani agar cermat dalam menghitung masa tanam.
Ditemui di halaman kantor Sekretariat Daerah (setda) Kabupaten Sukoharjo, Etik mengaku sesuai dengan prakiraan cuaca dari BMKG, curah hujan di Indonesia masih belum normal. Kondisi ini menyebabkan menurunnya ketersediaan air, termasuk di Kabupaten Sukoharjo.
"Sehingga berdampak pada mundurnya Musim Tanam Pertama dan Kedua tahun 2024 yang mengakibatkan terjadinya penurunan luas tanam sebesar 8,03 persen dibandingkan tahun 2023," kata Etik Suryani, Rabu (7/8).
Menurut Etik, berdasarkan simulasi perhitungan ketersediaan air di Waduk Gajah Mungkur, diperkirakan pada pertengahan September 2024 ini sudah tidak ada air yang dapat dikeluarkan untuk irigasi pertanian khususnya dari Daerah Irigasi Colo. Oleh karena itu, para petani untuk lebih cermat lagi dalam memperhitungkan waktu tanam agar tidak terjadi gagal panen.
"Manfaatkan Cadangan sumber air yang ada, manfaatkan bantuan alat mesin pertanian untuk meningkatkan produksi pertanian di Kabupaten Sukoharjo," kata Etik Suryani.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo Bagas Windaryatno mengatakan bahwa, Kabupaten Sukoharjo saat ini masih memiliki lahan sawah seluas 20.496 hektare. Dengan perincian sawah beririgasi teknis, 14.464 hektare.
Sawah beririgasi setengah teknis, 2.361 hektare. Sawah beririgasi sederhana, 1.728 hektare. Sawah tadah hujan, 1.948 hektare. Kemudian, realisasi luas tanam padi periode Januari sampai dengan Juli 2024 seluas 35.808 hektare.
"Pada saat puncak Musim Kemarau saat ini kita masih mempunyai kewajiban mengamankan standing crop seluas 19.691 Ha agar tidak terjadi puso. Sehubungan dengan hal tersebut, kita memerlukan dukungan alat mesin pertanian seperti pompa air agar dapat mempercepat proses budidaya untuk memaksimalkan pemanfaatan air yang masih tersedia," kata Bagas.
sukopBaca Juga: DPC PKB Sukoharjo Juga Laporkan Lukman Edy Ke Polisi
Bagas meminta, petani juga memanfaatkan sumber-sumber air yang ada di lingkungan, untuk irigasi. Kemudian dalam rangka untuk mengantisipasi, membantu untuk memenuhi kecukupan air, tahun anggaran 2024 ini Pemerintah Kabupaten Sukoharjo membangun sumur dalam di 27 titik serta irigasi perpipaan, di mana sumber airnya dari air permukaan sungai atau embung. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto