Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Mengenal PSM Sukmo Sejati Waringin Seto 212 di Mojolaban Sukoharjo: Bantu Mereka yang Punya Masalah Kesehatan Non Medis tanpa Embel-embel

Tri wahyu Cahyono • Rabu, 9 Oktober 2024 | 04:30 WIB
Babe Agus (tengah duduk) bersama keluarga besar PSM Sukmo Sejati Waringin Seto 212 di padepokan Dusun Jetis RT 01 RW 14, Desa Klumprit, Mojolaban, Sukoharjo.
Babe Agus (tengah duduk) bersama keluarga besar PSM Sukmo Sejati Waringin Seto 212 di padepokan Dusun Jetis RT 01 RW 14, Desa Klumprit, Mojolaban, Sukoharjo.

RADARSOLO.COM- Berbuat baik kepada sesama, bisa dilakukan dengan banyak cara.

Salah satunya dengan membantu mereka yang memiliki masalah kesehatan non medis.

Itulah yang selama ini dilakukan keluarga besar Perisai Sakti Murni (PSM) Sukmo Sejati Waringin Seto 212.

Adalah Agus Sri Kadaryanto atau akrab disapa Babe Agus yang menginisiasi berdirinya PSM Sukmo Sejati Waringin Seto 212.

Tidak seperti pensiunan PNS lainnya yang mayoritas bertani, beternak, maupun momong cucu.

Babe Agus yang merupakan pensiunan PNS di Kecamatan Mojolaban memilih mengabdikan hidupnya dengan membantu orang lain.

Itu dilakukan Babe Agus bersama keluarga PSM Sukmo Sejati Waringin Seto 212.

“Memang sudah banyak perguruan. Semua punya tujuan masing-masing,” terang Babe Agus ditemui di Padepokan PSM Sukmo Sejati Waringin Seto 212 di Dusun Jetis RT 01 RW 14, Desa Klumprit, Mojolaban, Sukoharjo.

Diungkapkan Babe Agus, anggota PSM Sukmo Sejati Waringin Seto 212 yang disebutnya sebagai keluarga, tidak didik dengan “ilmu” yang aneh-aneh.

“Di sini mencari kebenaran asli di “alam” sana dengan dasar ayat-ayat suci Alquran. Allah sudah memberikan kekuatan buat umatnya. Saya hanya membuka kekuatan-kekuatan itu. Saya juga orang bodoh. Tidak tahu apa-apa,” bebernya.

Sebelum mendirikan PSM Sukmo Sejati Waringin Seto 212, Babe Agus pernah berguru di Perisai Sakti (PS) yang berpusat di Kota Solo.

Seiring berjalannya waktu, Babe Agus mengembangkan ilmu yang diperolehnya di PS.

Sehingga berdirilah PSM Sukmo Sejati Waringin Seto 212 dan telah memiliki legalitas secara hukum.

Baca Juga: Di Tengah Badai Cedera, Karteker Persis Solo Lakukan Solusi Ini

Adapun arti dari Waringin Seto, kata Babe Agus, Waringin diibaratkan sebagai pohon beringin yang rindang dan nyaman untuk berteduh.

Adapun arti kata Seto adalah bersih. Dari situ Babe Agus berharap PSM Sukmo Sejati Waringin Seto 212 dapat menjadi tempat “berteduh” yang bersih dan nyaman bagi siapa saja.

Tidak membeda-bedakan agama, pekerjaan, dan latar belakang lainnya.

Sedangkan makna dari 212 adalah dalam kehidupan semuanya berpasangan. Ada surga-neraka, baik-buruk, kaya-miskin, dan sebagainya.

Inti dari semua itu, lanjut Babe Agus, Tuhan-lah yang akan menilai.

“Dengan begitu, orang mau macam-macam tidak berani karena dinilai Tuhan. Yang berhak menilai itu hanya Tuhan. Sudah cukup,” terangnya.

Setiap keluarga PSM Sukmo Sejati Waringin Seto 212 digembleng sedemikian rupa.

Hasil pengembangan ilmu yang didapat Babe Agus, menjadikan keluarga besarnya lebih mudah untuk belajar.

Sakjane ya tambah angel (Sebenarnya tambah sulit). Tapi dibuat agar mudah dipelajari,” jelasnya.

Sementara itu, radarsolo.com berkesempatan menyaksikan keluarga PSM Sukmo Sejati Waringin Seto 212 men-skrining salah seorang kerabat.

Sekitar 7 orang berkonsentrasi untuk “melihat” kondisi pasien yang berada di lain tempat.

Tak lama kemudian, beberapa orang menyampaikan hasil “skrining”.

Pasien tersebut terdeteksi memiliki “pegangan” (cekelan: jawa) yang ditengarai memengaruhi kondisi kesehatannya.

Baca Juga: Pemkab Boyolali Gelar Job Fair Gratis, Tersedia 1.000 Lowongan Pekerjaan

Keluarga pasien yang kebetulan juga ikut berlatih di PSM Sukmo Sejati Waringin Seto 212, mendapat beberapa masukan agar kondisi pasien bisa lebih baik.

Babe Agus tak bosan-bosannya mengingatkan agar setiap keluarga PSM Sukmo Sejati Waringin Seto 212 membantu sesama dengan ikhlas.

“Nggak pakai harus beli minyak ini-itu, dan sebagainya. Menolong harus ikhlas,” pesan Babe Agus.

Di usianya yang tak lagi muda, Babe Agus bercita-cita PSM Sukmo Sejati Waringin Seto 212 bisa lebih berkembang.

Dengan begitu, semakin banyak orang yang bisa ditolong.

Bagaimana caranya untuk bergabung dengan keluarga besar PSM Sukmo Sejati Waringin Seto 212?

Babe Agus menegaskan yang penting punya niat dan semangat ikhlas membantu sesama.

“Di sini harus dekat dengan Tuhan. Semua kalangan bisa masuk. Tidak membeda-bedakan. Saya kasih A ya A semua,” pungkas Babe Agus.

Sementara itu, Adi Sanjaya, salah seorang keluarga PSM Sukmo Sejati Waringin Seto 212 mengatakan, dengan belajar di bawah asuhan Babe Agus, dia mendapat banyak ilmu bermanfaat.

Baik bagi diri sendiri, keluarga, maupun orang lain yang membutuhkan bantuan.

“Juga senantiasa supaya bisa selalu mengingat dan mendekatkan diri kepada Allah SWT,” pungkasnya. (wa)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#Agus Sri Kadaryanto #bantu sesama #mojolaban #PSM Sukmo Sejati Waringin Seto 212 #babe agus #Non medis #penyakit #sukoharjo