RADARSOLO.COM – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso kunjungan kerja di Kabupaten Sukoharjo dan Kota Solo, Kamis (31/10). Pada kesempatan ini, Budi ingin agar produk dalam negeri memiliki daya saing, sekaligus memperkuat pasar ekspor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Di Sukoharjo, Budi menyambangi UMKM furnitur di Jalan Ngemul RT 01 RW 02, Desa Sidorejo, Kecamatan Bendosari. Di sana dia berdiskusi dengan sejumlah pelaku UMKM.
“Pasar Indonesia ini besar. Jangan sampai kita justru kalah dengan produk impor. Solusinya bagaimana? Ya kita harus memiliki daya saing,” pesan Budi.
Budi juga memaparkan program perluasan pasar ekspor, sebagai pintu masuk produk-produk lokal di mancanegara. Saat ini, pemerintah sedang berupaya menyelesaikan perjanjian bilateral dengan Kanada, Peru, dan Rusia.
“Mudah-mudahan dalam tiga bulan ke depan bisa selesai,” imbuhnya.
Tak kalah pentingnya, Budi menyampaikan program peningkatan peran UMKM dalam ekspor. Harus disadari, rasio kewirausahaan di Indonesia baru 3,47 persen. Jauh dari syarat 10–12 persen untuk menjadi negara maju. Maka Kemendag fokus membantu UMKM agar mampu menembus pasar ekspor.
“Kita punya lebih dari 40 perwakilan perdagangan di luar negeri. Tugas mereka adalah memasarkan produk Indonesia, khususnya UMKM,” beber Budi.
Di sektor furnitur, rotan menjadi perhatian khusus pemerintah sebagai produk unggulan di pasar global.
“Mulai tahun depan, pemerintah akan berikan pendampingan desain dan prototipe untuk mendongkrak produk lokal. Termasuk ikut pameran internasinal,” ujar Budi.
Pada kesempatan ini, Budi juga menerima masukan dari para pelaku UMKM. Berupa tantangan dan kendala dalam mempertahankan kualitas produk rotan, agar mampu bersaing di pasar global.
“Kalau kita jual kursi rotan yang desainnya kurang menarik, negara lain tetap tidak mau beli. Produk kita harus berkualitas tinggi agar menarik,” jelas Budi. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto