RADARSOLO.COM – Dua siswa di salah satu SD di Kelurahan Gayam, Kecamatan Sukoharjo Kota, dinyatakan positif chikungunya.
Penemuan ini mendorong Puskesmas Sukoharjo Kota untuk segera melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) di lingkungan sekolah tersebut.
Kepala Puskesmas Sukoharjo Kota dr. Kunari Mahanani membenarkan kejadian tersebut. Tak hanya itu saja, hari ini, Selasa (21/1/2025), mereka juga melakukan penyelidikan di lingkungan sekolah tersebut.
“Hasil pantauan PE sementara menunjukkan adanya jentik nyamuk di beberapa lokasi, seperti pot bunga, kamar mandi, dan tempat sampah. Angka bebas jentiknya sangat rendah, hanya sekitar 0,1 persen,” ujar dr. Kunari, Selasa (21/1/2025).
Ia menambahkan, penyelidikan ini dilakukan setelah ditemukan dua kasus positif chikungunya di sekolah tersebut.
Sementara itu, beberapa siswa lainnya menunjukkan gejala serupa. Namun, laporan ini baru diterima oleh puskesmas setelah adanya inisiatif dari pihak sekolah.
“Biasanya, informasi seperti ini pertama kali diketahui oleh bidan desa. Tapi, kali ini bahkan bidan desa pun belum mendapat laporan,” tambahnya.
Sebagai langkah tindak lanjut, Puskesmas Sukoharjo Kota akan mengintensifkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat sekitar untuk menjaga kebersihan lingkungan, memutus rantai penyebaran nyamuk, serta memastikan anak-anak yang terkena chikungunya mendapatkan makanan bergizi.
“Setelah PE selesai, kami akan menginstruksikan pembersihan lingkungan sekitar lokasi, mengedukasi warga, dan meminta bidan desa memantau kondisi siswa di masing-masing wilayah,” jelas dr. Kunari.
Warga Sukoharjo diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk ini.
Masyarakat juga diminta aktif melaporkan gejala chikungunya agar dapat ditangani dengan cepat dan tepat.
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan tidak ada lagi kasus chikungunya baru di wilayah Sukoharjo Kota. (kwl)
Editor : Damianus Bram