Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Pengakuan Mas Glempo, Ikon di Komunitas OM Lorenza Fans: “Awalnya Saya Joget Sendirian”

Iwan Kawul • Selasa, 11 Februari 2025 | 19:15 WIB
Waliyadi alias Mas Glempo, warga Dukuh Gemblung, Desa Karangwuni, Polokarto, Sukoharjo yang jadi ikon OM Lorenza fans.
Waliyadi alias Mas Glempo, warga Dukuh Gemblung, Desa Karangwuni, Polokarto, Sukoharjo yang jadi ikon OM Lorenza fans.

RADARSOLO.COM – Bukan hanya lagunya yang asyik, Orkes Melayu (OM) Lorenza asal Sukoharjo juga memiliki fans yang unik.

Salah satunya adalah Waliyadi, alias Mas Glempo, warga Dukuh Gemblung, Desa Karangwuni, Polokarto, Sukoharjo.

Dengan rambut bergaya afro, kemeja funky, celana cutbray, dan tas koper bertuliskan "OM Lorenza", Mas Glempo bukan sekadar penikmat dangdut klasik.

Dia adalah ikon dan trendsetter di komunitas Lorenza Fans.

Sejak awal, Mas Glempo selalu hadir di setiap latihan dan pertunjukan OM Lorenza.

"Dulu saya yang pertama berjoget saat latihan, hanya saya sendiri," kenangnya sambil tertawa.

Di awal kemunculannya, ia sempat ragu dengan gaya uniknya.

Namun, kecintaannya pada dangdut klasik membuatnya tetap percaya diri.

"Saya pernah ingin berhenti, tapi teman-teman musisi tidak mengizinkan," ujarnya.

Kini, gayanya justru menjadi inspirasi. Banyak penggemar OM Lorenza yang mulai mengikuti jejak Mas Glempo.

Mengenakan kostum retro dan berjoget dengan semangat yang sama.
Setiap detail kostum Mas Glempo mencerminkan kejayaan dangdut era 70-an. Rambut gaya afro dan kacamata bundar – Ikon mode khas 70-an

Kemeja funky hitam putih – nuansa klasik dan eksentrik

Baca Juga: Ini Dia OM Lorenza: Sempat Vakum Lama, Kini Konsisten Garap Dangdut Klasik dengan Kostum Khas Jadul

Celana cutbray aksen kuning – gaya musisi jalanan tempo dulu

Syal leher & rantai pinggang – Sentuhan dramatis ala bintang panggung

Tas koper bertuliskan "OM LORENZA" – Bukti kecintaan sejati

"Saya beli semua ini di pasar Klithikan, Semanggi, Solo," kata Mas Glempo dengan bangga.
Bagi Mas Glempo, joget dan kostumnya bukan sekadar gaya hidup.

Melainkan bentuk nostalgia dan kecintaan terhadap dangdut klasik.

"OM Lorenza menghibur masyarakat tanpa ada keributan, dan saya ingin mengenang masa lalu lewat musik ini," ujarnya.

Kepala Desa Karangwuni Hartono turut mengapresiasi warganya yang telah menjadi ikon komunitas Lorenza Fans.

"Kami bangga Mas Glempo bisa menginspirasi banyak orang. Semoga komunitas ini terus memberikan contoh positif," katanya.

Dari pria yang berjoget sendirian, kini Mas Glempo telah menjadi ikon yang membawa warna baru dalam dunia dangdut.

Gayanya membuktikan bahwa tren retro belum tergilas zaman.

Selama dentuman kendang masih berdetak, selama dangdut klasik masih menggema, Mas Glempo akan terus berjoget, menghidupkan semangat retro di era modern. (kwl/wa)

 

Editor : Tri wahyu Cahyono
#dangdut #joget #retro #om lorenza #lawas #sukoharjo #fans #mas glempo