RADARSOLO.COM - Kebakaran melanda bangunan produksi kain perca di CV Surya Mas, yang berlokasi di kawasan industri Pabelan, Kecamatan Kartasura.
Insiden ini terjadi pada Selasa (11/2/2025) sekitar pukul 10.02 WIB, ketika api tiba-tiba muncul akibat korsleting listrik di bawah mesin produksi.
Menurut Margono, Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Sukoharjo, kebakaran ini menimbulkan kepanikan di lokasi karena api cepat membesar dan menyebar di dalam area produksi.
"Karyawan yang sedang bekerja mencoba memadamkan api menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), tetapi api justru semakin membesar akibat material kain perca yang mudah terbakar. Asap pekat mulai memenuhi ruangan, sehingga pemilik pabrik, Pak Yanuar, segera menghubungi petugas pemadam kebakaran," ungkap Margono, Selasa (11/2/2025).
Tim Damkar Sukoharjo menerima laporan pada pukul 10.02 WIB, lalu berangkat dari pos pemadam pada 10.08 WIB, dan tiba di lokasi kejadian pada 10.41 WIB, dengan jarak tempuh sekitar 21 kilometer.
Proses pemadaman melibatkan 2 unit mobil pemadam dari Sukoharjo, 2 unit dari Kota Solo, 1 unit dari Boyolali, 1 unit dari Karanganyar, serta 1 unit suplai air dari BPBD Solo.
Selain itu, unsur Polsek Kartasura, Koramil Kartasura, dan relawan turut membantu dalam penanganan kebakaran.
"Berkat koordinasi yang baik antara petugas pemadam kebakaran dan instansi terkait, api berhasil dipadamkan sepenuhnya tanpa menimbulkan korban jiwa maupun korban luka," tambah Margono.
Dugaan sementara, kebakaran ini diduga dipicu oleh percikan api dari instalasi listrik di bawah mesin produksi.
Percikan tersebut mengenai tumpukan kain perca, yang kemudian dengan cepat membesar.
Luas area yang terbakar mencapai 200 meter persegi, dengan tingkat kerusakan mencapai 90 persen.
Sementara itu, aset yang berhasil diselamatkan diperkirakan hanya sekitar 10 persen.
Margono menyebutkan bahwa tidak ada kendala berarti dalam proses pemadaman, namun lokasi pabrik yang berada di dalam kawasan industri cukup menyulitkan akses bagi mobil pemadam kebakaran.
"Kami mengerahkan sekitar 50.000 liter air untuk memastikan api benar-benar padam. Setelah api berhasil dikendalikan, tim melakukan pendinginan di lokasi guna mencegah kemungkinan munculnya titik api baru," jelasnya.
Margono mengimbau kepada seluruh pemilik usaha, terutama yang bergerak di industri tekstil atau material mudah terbakar, untuk lebih memperhatikan sistem kelistrikan di tempat kerja.
"Kami mengingatkan kepada para pemilik usaha agar rutin melakukan pemeriksaan instalasi listrik dan memastikan ketersediaan alat pemadam kebakaran yang memadai. Jika terjadi kebakaran, segera hubungi petugas pemadam agar api bisa ditangani secepat mungkin," tegasnya. (kwl)
Editor : Damianus Bram