RADARSOLO.COM – Kelompok Tani (Gapoktan) Tani Jaya di Desa Kedung Winong, Kecamatan Nguter melaksanakan panen perdana melon premium pada Sabtu (26/4).
Panen ini merupakan hasil budi daya dalam screen house yang dibangun dari bantuan Kementerian Pertanian (Kementan) senilai Rp 475 juta.
Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo Bagas Windaryatno menyampaikan, bahwa bantuan tersebut terdiri dari Rp 425 juta untuk pembangunan screen house dan Rp 50 juta untuk sarana-prasarana penunjang.
"Hari ini kami sudah panen periode pertama. Bantuan ini satu unit dari Kementan. Rp 425 juta untuk bangunan, sedangkan Rp 50 juta digunakan untuk pengadaan fasilitas seperti internet, blower, pendingin, dan sarana lainnya," ujarnya.
Bagas menjelaskan, screen house ini memiliki banyak keunggulan karena mampu mendukung budidaya tanpa terpengaruh musim. Selain itu, lingkungan tertutup membuat serangga tidak dapat masuk, sehingga kualitas buah lebih terjaga.
“Dengan alat uji bernama brick meter, kadar kemanisan melon hari ini tercatat di angka 16, yang menunjukkan kualitas yang sangat baik. Tingkat kematangan dan kemanisannya bisa lebih sempurna karena prosesnya sangat terkontrol,” jelas Bagas.
Ia juga menekankan pentingnya teknologi dalam pertanian modern. Sistem irigasi nutrisi pada setiap pohon melon, misalnya, telah terkoneksi dengan Google Assistant.
“Selang-selang di tiap pohon itu untuk irigasi nutrisi. Sistem ini bisa dikendalikan dari rumah menggunakan Google Assistant. Kalau ada sesuatu, sistem akan memberi tahu lewat aplikasi,” tambahnya.
Bagas berharap keberadaan screen house ini akan mendorong minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian, khususnya dalam budidaya buah-buahan bernilai ekonomi tinggi.
“Harapan saya, anak-anak muda akan lebih tertarik membudidayakan pertanian modern seperti ini. Potensinya besar dan nilai ekonominya tinggi,” pungkasnya.
Panen perdana ini juga dihadiri oleh Bupati Sukoharjo Etik Suryani, Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo, dan Komandan Kodim 0726/Sukoharjo Letkol Inf. Supri Siswanto. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto