RADARSOLO.COM – Aparat gabungan dari Polres Sukoharjo dan Kodim 0726/Sukoharjo pastikan premanisme di Sukoharjo tidak akan berkembang. Kuatnya sinergi lintas sektor dalam menjawab keresahan publik atas aksi-aksi premanisme yang kerap muncul di area publik, termasuk lokasi parkir dan pusat perbelanjaan.
“Kami tidak akan memberi ruang bagi praktik-praktik premanisme di Sukoharjo, terlebih di pusat-pusat keramaian seperti Solo Baru. Masyarakat harus merasa aman dan nyaman, apalagi menjelang libur panjang,” ujar Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo, Senin (12/5).
Anggaito menjelaskan, operasi akan dijalankan dengan pendekatan tiga lapis, yakni preemtif, preventif, dan represif. Pendekatan preemtif dilakukan dengan edukasi dan sosialisasi, sementara preventif melalui patroli gabungan dengan TNI.
Apabila ditemukan tindakan melanggar hukum, langkah represif akan langsung diterapkan oleh Satreskrim dan Intelkam.
Salah satu fokus perhatian dalam operasi adalah praktik parkir liar yang masih muncul di sejumlah titik, termasuk kawasan yang sudah ditetapkan sebagai zona bebas parkir.
Kapolres menegaskan, pihaknya akan menindak tegas setiap pelanggaran tersebut.
“Parkir ilegal adalah bagian dari aksi premanisme terselubung. Kami sudah petakan titik-titik rawan dan akan lakukan penindakan,” tegasnya.
Operasi akan dilakukan serentak oleh seluruh Polsek di bawah jajaran Polres Sukoharjo. Masyarakat diimbau untuk aktif berperan serta dalam menciptakan lingkungan yang aman.
“Kalau ada indikasi premanisme, jangan ragu. Laporkan ke call center 110. Kami siap bergerak cepat,” pungkas Anggaito. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto