RADARSOLO.COM – Hujan deras disertai angin kencang mengguyur Kabupaten Sukoharjo pada Kamis (15/5), menyebabkan sejumlah bencana alam. Mulai dari banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo mencatat, dampak paling signifikan terjadi di Kecamatan Bulu, Nguter, Weru, Tawangsari, dan Bendosari.
Kepala Pelaksana BPBD Sukoharjo Ariyanto Mulyatmojo menjelaskan, longsor terjadi di beberapa desa seperti Kamal, Kunden, dan Sanggang di Kecamatan Bulu.
“Rumah warga mengalami kerusakan akibat longsor. Sebagian warga telah kami evakuasi ke tempat aman,” terang Ariyanto, Jumat (16/5).
Di Dusun Tritis RT 01 RW 02, Desa Kamal, delapan orang harus diungsikan setelah rumah mereka terdampak banjir dan longsor.
Longsor juga menimpa rumah warga di Dusun Sumberejo RT 02 RW 06, Desa Kunden, Kecamatan Bulu. Serta di Dusun Ngesong RT 02 RW 04 desa yang sama.
Masih di Kecamatan Bulu, banjir juga merendam rumah warga di beberapa titik. Di antaranya Dusun Gemepang, Desa Bulu dan Dusun Tambakrejo, Desa Tiyaran.
Ketinggian air dilaporkan mencapai 60 cm, memaksa beberapa keluarga mengungsi. Di Tiyaran, juga dilaporkan pohon tumbang yang mengakibatkan kabel listrik terputus.
"Desa Ngasinan, Kecamatan Bulu terdampak banjir Kamis (15/5) pukul 20.00 sampai Jumat (16/5) pukul 01.00. Yang terdampak lahan pertanian seluas 130 hektare, dan 140 rumah warga terendam banjir," imbuh Ariyanto.
Beralih ke Kecamatan Tawangsari, banjir merendam jalan Desa Pojok. Di Nguter, luapan sungai merendam lahan pertanian dan jalan di Desa Kedungwinong.
“Kerugian belum bisa kami estimasi secara keseluruhan,” kata Ariyanto.
Kondisi serupa juga terjadi di Kecamatan Weru. Tiga desa yakni Jatingarang, Karangwuni, dan Tegalsari melaporkan jalan-jalan desa terendam banjir.
Di Kecamatan Bendosari, halaman SMPN 1 Bendosari terendam akibat luapan sungai. Juga dilaporkan angin kencang merobohkan tiang listrik di Dusun Ploso Kerep, Desa Bendosari.
“BPBD bersama TNI, Polri, dan relawan telah melakukan assesmen dan penanganan awal di lokasi terdampak. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada menghadapi potensi cuaca ekstrem,” tegas Ariyanto.
Menurut Ariyanto, informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sifat musim kali ini atas normal serta suhu muka laut hangat. Sehingga berpotensi kemarau basah atau sering turun hujan saat kemarau.
"Alhamdulillah Jumat pagi sudah surut. Pengungsi sudah kembali ke rumah," pungkasnya. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto