Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Suka Duka Jemaah Haji Asal Sukoharjo Selama Di Tanah Suci Makkah: Koper Tersesat, Regu Berubah, Hingga Batal Umrah

Iwan Kawul • Rabu, 21 Mei 2025 | 20:21 WIB
Ilustrasu salah seorang jemaah haji asal Sukoharjo yang umroh (thowaf sa
Ilustrasu salah seorang jemaah haji asal Sukoharjo yang umroh (thowaf sa

RADARSOLO.COM – Dinamika perubahan kloter dan hotel yang dialami sejumlah jemaah haji Indonesia menyebabkan berbagai persoalan di Tanah Suci, mulai dari koper yang tersesat hingga keterlambatan pelaksanaan umrah.

Salah seorang jemaah haji asal Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo Hudi Susanto menceritakan pengalaman tak terduga sejak berangkat dari tanah air.

Hudi yang awalnya tergabung dalam kloter 74 SOC bersama jemaah asal Sukoharjo, dipindah ke kloter 54 SOC bersama jemaah asal Pati karena mutasi rombongan. Akibatnya, rombongan dan regu berubah total, bahkan hotel dan syarikah atau pelayan hajinya pun berbeda.

“Saya tadinya Karu (Ketua Regu) 13 Rombongan 4 SOC, sekarang jadi Karu 30 Rombongan 8 SOC. Anggota regu saya pun berubah, ada yang dari Kudus dan Pati, hampir semuanya lansia dan ada yang tidak bisa mengoperasikan HP,” ujar Hudi, Rabu (21/5).

Menurutnya, perubahan regu menyebabkan tidak optimalnya koordinasi dan pelayanan kepada anggota. Termasuk dalam hal pengambilan konsumsi yang biasanya dikoordinasi Karu.

“Regu jumlahnya beda beda, ada yang 6 jemaah. Idealnya 10 jemaah," ujarnya.

Persoalan makin pelik ketika koper milik jamaah haji tersesat ke hotel lain. Termasuk koper besar milik Hudi yang baru ditemukan satu hari satu malam kemudian.

“Akhirnya tetap memakai kain ihram,” tambahnya.

Ia juga menceritakan keterlambatan keberangkatan umrah akibat keterlambatan barang bawaan.

“Mertua saya nunggu kursi roda yang belum sampai, umrahnya tertunda satu hari. Saya umrah duluan. Lalu, gantian dorong mertua. Koper dan kursi roda mertua baru ditemukan 2 hari setelah tiba di Makkah,” tuturnya.

Hingga hari ketiga, kata Hudi, masih ada koper jamaah yang belum diambil dari hotel yang salah, termasuk milik seorang jamaah perempuan bernama Ibu Patonah.

“Ada dua koper besar dan kecil miliknya di hotel 402, belum diambil. Bagaimana selama tiga hari dia bisa ganti pakaian?” katanya.

Tak hanya koper, kartu Nusuk — kartu akses masuk ke Masjidil Haram — juga belum diterima sebagian jamaah hingga hari ketiga, menghambat pelaksanaan ibadah umrah.

"Kami sudah sampaikan semua kendala kepada petugas, soal koper yang tersesat dan kartu nusuk, tapi sampai pagi ini masih ada beberapa koper yang belum diambil di hotel kami. Untuk kartu nusuk wewenang siapa ndak tau, dibagi saat kami tiba di hotel. Terkait koper, sampai sekarang belum ada petugas yang mengambil. Kami sebenarnya mau inisiatif mengantar karena kasihan, tapi terkendala transportasi, dan wilayah yang belum begitu hapal," pungkasnya. (kwl/fer)



 

Editor : fery ardi susanto
#musim haji 2025 #Musim Haji 1446 H #Jemaah haji asal Sukoharjo