RADARSOLO.COM – Pembentukan Koperasi Merah Putih di Kabupaten Sukoharjo memasuki tahap akhir. Program nasional gagasan Presiden Prabowo ini telah menyelesaikan seluruh musyawarah desa dan kelurahan khusus (Musdesus/Muskelsus) pada 16 Mei lalu.
“Sukoharjo termasuk tercepat di Jawa Tengah. Semua desa dan kelurahan sudah musdesus dan muskelsus,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sukoharjo Rohmadi, Selasa (10/6).
Dari 150 desa, empat di antaranya sudah kantongi badan hukum. Mulai dari Desa Cemani, Kecamatan Grogol; Desa Daleman, Kecamatan Baki; serta Desa Mandan dan Begajah, Kecamatan Sukoharjo. Saat ini, desa-desa lain sedang dalam proses pengajuan.
"Masih ada kendala teknis, seperti banyaknya jumlah pendiri koperasi yang mencapai 100 orang. Sehingga dokumen KTP harus diverifikasi satu per satu," imbuhnya.
Targetnya, semua koperasi sudah berbadan hukum sebelum 30 Juni. Supaya bisa diresmikan serentak pada 12 Juli.
Nantinya, Koperasi Merah Putih akan fokus pada sektor strategis. Seperti distribusi sembako, gas elpiji, pupuk, serta penyimpanan hasil panen. Khusus sektor simpan pinjam dibatasi ketat, karena rawan masalah.
“Kalau tidak hati-hati, bisa jadi pinjaman tanpa angsuran dan macet. Jadi lebih baik dibatasi,” tegas Rohmadi.
Sementara itu, modal awal koperasi berasal dari simpanan anggota. Pemkab juga akan mendukung lewat pembinaan dan pelatihan sumber daya manusia (SDM) pengurus koperasi. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto