Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Fenomena Triple Konjungsi Kembali Muncul 19 Juni 2025, Sayangnya Bukan Langit Tersenyum

Iwan Kawul • Rabu, 18 Juni 2025 | 00:06 WIB

 

Fenomena triple konjungsi antara bulan dan Saturnus pada 25 April 2025.
Fenomena triple konjungsi antara bulan dan Saturnus pada 25 April 2025.

RADARSOLO.COM – Fenomena astronomi berupa triple konjungsi antara bulan dan saturnus akan terjadi Kamis (19/6) besok. Namun, peristiwa ini dipastikan tidak dapat diamati sebagai fenomena “langit tersenyum” dari wilayah Indonesia.

Kepala Pusat Astronomi Pondok Pesantren Modern Islam (PPMI) Assalaam Kartasura, Sukoharjo A.R. Sugeng Riyadi menjelaskan, triple konjungsi dipastikan akan terjadi. Namun, posisi bulan tidak berada di antara dua planet. Sebagaimana fenomena unik yang membentuk kesan wajah tersenyum.

“Pada 19 Juni 2025 nanti memang ada triple konjungsi antara bulan dan saturnus. Tapi posisi bulan ada di sisi utara. Sedikit di atas saturnus. Kemudian venus posisinya berada jauh di bawahnya,” ungkap Sugeng.

Sugeng menambahkan, jarak antara bulan dan saturnus sekira 3 derajat. Jika diamati dengan tangan terjulur, jarak itu kira-kira setara dengan panjang ibu jari. Sedangkan bintang yang berada di dekatnya, sangat sulit untuk diamati dengan mata telanjang.

“Jadi kalau berharap bisa melihat langit tersenyum seperti yang pernah viral, itu tidak bisa diamati dari Indonesia. Komposisi dan posisi objek langitnya berbeda,” jelasnya.

Sugeng menyebut fenomena serupa sempat terjadi pada April 2025 lalu. Ketika itu posisi bulan, saturnus, dan venus berada cukup berdekatan. Sehingga membentuk susunan menyerupai wajah tersenyum. Namun untuk bulan ini, formasi triple konjungsinya jauh berbeda.

“Masyarakat tetap dapat mengamati konjungsi antara bulan dan saturnus pada malam hari. Namun tidak dalam formasi unik seperti yang banyak beredar di media sosial,” ujarnya. (kwl/fer)

Editor : fery ardi susanto
#astronomi #fenomena triple konjungsi #PPMI Assalaam Sukoharjo