RADARSOLO.COM - Mendukung ketahanan pangan nasional, Polres Sukoharjo bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo dan jajaran TNI memulai program penanaman jagung. Ditanam di atas lahan tidur seluas 5,3 hektare, yang tersebar se Kabupaten Sukoharjo.
Kegiatan ini merupakan bagian dari sinergi antarinstansi, untuk mendorong swasembada jagung. Sekaligus pemanfaatan optimal lahan-lahan nonproduktif.
Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo saat ditemui di area persawahan Desa Manisharjo, Kecamatan Bendosari, Rabu (9/7) menjelaskan, lahan yang digunakan merupakan bagian dari hutan sosial. Mengingat wilayah Sukoharjo tidak memiliki hutan sosial dalam skala luas seperti daerah lain.
“Di Sukoharjo ini memang tidak ada hutan sosial yang signifikan, sehingga kami berusaha mencari lahan-lahan tidur yang bisa dimanfaatkan. Alhamdulillah dari hasil kolaborasi antara polres, pemkab, serta didukung TNI/Polri, bisa mengumpulkan lahan seluas 5,3 hektare untuk ditanami jagung,” ujarnya.
Kapolres berharap, langkah ini dapat memberi kontribusi nyata terhadap peningkatan produksi jagung di Sukoharjo. Tahun sebelumnya, total luas tanam jagung di daerah ini mencapai sekitar 2.000 hektare. Dengan tambahan lahan baru, ditargetkan luas tanam bisa meningkat menjadi 2.200 hingga 2.500 hektare.
“Ini bentuk kesungguhan kami bersama Dinas Pertanian dalam mendukung swasembada pangan, khususnya jagung. Soal pemasaran, saat ini kami bebaskan. Petani bisa bekerjasama dengan pihak ketiga atau menjadikannya sebagai cadangan benih. Yang terpenting, jumlah panen naik, hasil lebih baik, dan pemanfaatan lahan optimal sambil menunggu arahan lanjutan dari pemerintah pusat,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menegaskan, pemerintah pusat saat ini mendorong dua komoditas utama untuk ketahanan pangan, yakni padi dan jagung.
“Untuk padi, di Sukoharjo sudah memenuhi target serapan gabah hingga 300 persen. Luasan panen dan produktivitas pun tercapai. Untuk jagung, hari ini kami mulai penanaman secara simbolis dan akan terus berlanjut di berbagai wilayah. Target kami tahun 2025 adalah 2.000 hektare,” tegasnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo Bagas Windaryatno menambahkan, langkah ekspansi jagung tetap mendapat dorongan serius.
“Kami mendukung penuh program pemerintah pusat. Untuk komoditas jagung, kami bekerja sama dengan semua pihak, termasuk dari pak kapolres untuk mencapai target luasan tanam 2.000 hektare,” beber Bagas. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto