RADARSOLO.COM – Pasar Kartasura berada di jalur strategis penghubung Kota Solo, Jogja, dan Semarang. Oleh karena itu, rehabilitasi pasar ini menjadi bagian dari program penataan kawasan Kartasura secara menyeluruh, yang bertujuan meningkatkan kenyamanan pengunjung serta daya saing pasar tradisional di era modern.
Selama ini, wajah Pasar Kartasura cukup semrawut, setelah dikelola pihak swasta dari Semarang selama puluhan tahun.
Kini, pengelolaan Pasar Kartasura kembali ke tangan Pemkab Sukoharjo. Mempercantik wajah pasar, pemkab berniat merehabilitasi pada 2026.
Namun sebelum itu, sebanyak 186 pedagang oprokan yang selama ini berjualan di area parkir dan trotoar sekitar Pasar Kartasura kini telah direlokasi ke lantai 2 bangunan pasar. Relokasi dilakukan sebagai langkah awal menyambut rencana rehabilitasi Pasar Kartasura yang akan dikerjakan mulai 2026.
Kepala Bidang (Kabid) Sarana Distribusi Perdagangan,Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan (Diskopumdag) Sukoharjo Agus Poncowarno mengatakan, proses relokasi pedagang oprokan sudah dilakukan secara bertahap. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo telah menyiapkan tempat berjualan yang lebih layak bagi para pedagang tersebut di dalam bangunan pasar.
“Pedagang oprokan yang dulu berjualan di depan pasar kini sudah kami relokasi ke lantai dua. Prosesnya bertahap dan kami melibatkan kelurahan, kecamatan, serta unsur Forkompimca Kartasura,” jelas Agus, Selasa (22/7).
Ia menambahkan, relokasi dilakukan jauh-jauh hari sebelum proyek rehabilitasi dimulai, untuk menghindari kendala penertiban saat pekerjaan berlangsung.
"Kalau nunggu pas pembangunan baru ditertibkan, justru repot. Jadi dari sekarang kami atur supaya tertib," lanjutnya.
Total jumlah pedagang di Pasar Kartasura saat ini mencapai 1.491 pedagang, yang terdiri dari 381 pedagang kios, 924 pedagang los, dan 186 pedagang oprokan.S
Sementara itu, proyek rehabilitasi Pasar Kartasura dijadwalkan akan mulai masuk tahap lelang pada awal 2026. Pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 7,6 miliar untuk perbaikan sejumlah bagian pasar, seperti wajah depan bangunan, penggantian paving block, hingga perbaikan saluran drainase.
“Fokus rehabilitasi nanti adalah memperbaiki bagian-bagian yang rusak, memperindah tampilan depan pasar, dan mengganti saluran air agar lebih lancar. Pekerjaan ini tidak sampai mengganggu aktivitas pedagang secara signifikan. Paling nanti hanya libur sehari atau dua hari bagi pedagang yang terdampak saja selama pengerjaan berlangsung,” imbuh Agus. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto