RADARSOLO.COM – Pemerintah Kabupaten Sukoharjo menggelar Apel 3 Pilar Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) di halaman Setda, Jumat (8/8) pagi.
Apel ini diikuti jajaran TNI, Polri, BPBD, perangkat daerah, serta relawan, sebagai bentuk komitmen bersama meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana di wilayah setempat.
Bupati Sukoharjo Etik Suryani dalam amanatnya menyampaikan bahwa Sukoharjo memiliki risiko cukup tinggi terhadap bencana, mulai dari banjir, tanah longsor, angin puting beliung, hingga kekeringan.
Oleh karena itu, kesiapan seluruh pihak menjadi kunci untuk meminimalkan dampak yang ditimbulkan.
“Bencana alam adalah tantangan yang tidak dapat dihindari, tetapi dampaknya dapat dikurangi dengan perencanaan matang, sinergi antarinstansi, dan dukungan masyarakat,” tegas Etik.
Bupati menekankan lima poin penting untuk diperhatikan.
Pertama, penguatan koordinasi antarinstansi, termasuk TNI, Polri, BPBD, pemerintah daerah, dan relawan, agar penanganan bencana berjalan lancar.
Kedua, peningkatan kapasitas dan kesiapsiagaan personel, yang sekaligus menjadi momen evaluasi kesiapan di lapangan.
Ketiga, memastikan sarana dan prasarana penanggulangan bencana siap digunakan, sehingga tindakan dapat dilakukan cepat, tepat, dan terkoordinasi.
Keempat, edukasi dan peningkatan partisipasi masyarakat, karena penanggulangan bencana bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan peran aktif warga.
Terakhir, perencanaan mitigasi yang berkelanjutan harus menjadi prioritas, agar risiko bencana dapat diminimalkan sejak dini.
"Mari kita jaga komunikasi yang efektif, kerjasama yang solid, serta terus mengedukasi masyarakat. Dengan kesiapan yang baik, kita dapat melindungi dan meminimalkan dampak bencana di Sukoharjo," ujar Etik menutup amanatnya.
Apel 3 Pilar Gulbencal ini menjadi langkah awal memperkuat sinergi lintas sektor dalam menghadapi potensi bencana, terutama menjelang musim hujan yang rawan memicu banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah Sukoharjo. (kwl)
Editor : Nur Pramudito