RADARSOLO.COM – Ribuan petani dengan khidmat mengikuti upacara HUT Ke-80 Kemerdekaan RI di Lapangan Jati Mulur, Kecamatan Bendosari, Sukoharjo, Minggu (17/8). Menariknya, seluruh petani mengenakan caping saat upacara.
Seluruh petugas upacara mulai dari komandan, pengibar bendera, hingga pembaca teks proklamasi merupakan petani. Saat detik-detik proklamasi, terdengar tabuhan kentongan yang menggema.
“Peserta sekira 500-600 orang, bahkan lebih. Semuanya dari unsur KTNA, PPS, penyuluh petani swadaya, HPDKI, kelompok wanita tani, gapoktan, hingga P3A. Ini pertama kali dilaksanakan, dan insya Allah tahun depan lebih meriah lagi,” ujar Ketua KTNA Sukoharjo Sukirno.
Tak sekadar seremoni, upacara ini menjadi ruang memupuk kebersamaan. Apalagi persiapannya kurang dari sebulan.
“Kebersamaan ini modal penting. Dari sawah yang berbeda-beda, dari desa berbeda-beda, tapi berdiri bersama sebagai satu bangsa,” beber Sukirno.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Sukoharjo Bagas Windaryatno mengapresiasi upacara bendera yang digagas para petani. Menurutnya, petani harus menunjukkan sikap optimistis.
“Upacara ini adalah wujud rasa syukur. Berkat perjuangan para pahlawan, kini kita bisa menikmati kemerdekaan dan mengolah bumi dengan tenang,” ucap Bagas.
Bagas menambahkan, para petugas upacara sebelumnya dilatih anggota Kodim 0726/Sukoharjo. “Kalau ASN, pelajar, atau mahasiswa menggelar upacara itu hal biasa. Tapi kalau petani yang upacara, itu luar biasa. Ini sejarah baru,” imbuhnya. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto