RADARSOLO.COM – Di tengah dinginnya malam, deru mesin traktor masih terdengar di beberapa lahan persawahan Sukoharjo. Lampu sorot dari alat mesin pertanian (alsintan) menerangi petak-petak sawah yang sedang diolah.
Pemandangan ini bukan hal aneh belakangan ini. Para petani muda Sukoharjo memilih tak mengenal lelah, bekerja hingga larut malam demi mempercepat olah tanah dan mendukung percepatan tanam.
Menariknya, para operator alsintan ini mayoritas adalah anak-anak muda yang tergabung dalam Koperasi Krida Muda Agro Sukoharjo. Mereka adalah generasi penerus pertanian yang telah dibekali pelatihan dalam mengoperasikan berbagai alsintan. Mulai dari mesin pengolah tanah, mesin tanam, hingga mesin panen.
”Semua anak muda ini sudah kita berikan pelatihan. Mereka menguasai penggunaan alsintan, baik untuk olah tanah, mesin tanam, maupun mesin panen. Bahkan, untuk mesin panen pun bisa dilakukan malam hari. Jadi pekerjaan bisa terus berjalan tanpa harus menunggu siang,” terang Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo, Bagas Windaryatno, Senin (8/9).
Menurut Bagas, pihaknya mengoptimalkan Brigade Alsintan dengan armada peralatan yang dimiliki. Tujuannya mempercepat proses olah tanah agar segera dilakukan percepatan tanam.
”Harapannya, percepatan olah tanah ini bisa mempercepat tanam. Kalau itu terjadi, maka akan berdampak pada percepatan dan penambahan areal tanam dalam satu tahun. Jadi target peningkatan indeks pertanaman bisa kita capai,” paparnya.
Saat ini, Sukoharjo tengah fokus memaksimalkan musim tanam ketiga (MT3). Dengan dukungan alsintan yang dioperasikan secara optimal, Bagas optimistis target bisa tercapai.
”Kami harus terus kejar MT3. Kondisi ketersediaan lahan masih cukup, harga hasil pertanian juga menarik, produktivitasnya sangat baik. Karena itu, kita dorong petani untuk terus memanfaatkan teknologi yang ada demi percepatan olah tanah dan percepatan tanam,” tegas Bagas.
Langkah ini, menurut Bagas, sejalan dengan target nasional untuk swasembada pangan. Sukoharjo sebagai salah satu lumbung pangan di Jawa Tengah terus berkomitmen menjadi wilayah penyangga pangan.
”Tujuan akhirnya adalah optimalisasi. Dengan meningkatkan indeks pertanaman, target swasembada pangan dan luasan areal yang ditetapkan pemerintah bisa tercapai. Sukoharjo akan tetap mengukuhkan diri sebagai daerah penyangga pangan nasional,” tandasnya. (kwl/adi)
Editor : fery ardi susanto