RADARSOLO.COM – Suasana Kampung Mayungan dan Macanan di Kelurahan Mandan, Kecamatan Sukoharjo tidak seperti biasanya malam itu. Derap langkah ronda yang biasa terdengar, kini berpadu dengan keakraban obrolan warga bersama jajaran Polres Sukoharjo.
Bukan sekadar patroli, kehadiran polisi kali ini membawa suasana hangat yang membumi. Dipimpin Pawas Pleton Siaga Polres Sukoharjo IPTU Sugiyarto, sekitar 15 personel turun langsung menyapa warga, Rabu (10/9).
Sambutan ramah datang dari Ketua RT, Supadi di Mayungan dan Purwoto di Macanan. Pertemuan sederhana itu kemudian menjelma menjadi forum silaturahmi, di mana polisi dan masyarakat duduk bersama, berbagi cerita, dan saling bertukar pikiran tentang keamanan lingkungan.
”Kami ingin masyarakat merasa polisi bukan sekadar aparat berseragam, tetapi bagian dari keluarga besar. Konsep pagar mangkok ini adalah simbol kepedulian dan kebersamaan, di mana setiap orang ikut menjaga lingkungan sekitarnya. Kalau semua peduli, suasana aman, rukun, dan guyub pasti tercipta,” ujar Iptu Sugiyarto.
Kasi Humas Polres Sukoharjo AKP Marlin SP menambahkan, patroli dialogis merupakan strategi humanis untuk membangun ketahanan sosial. Menurutnya, filosofi “pagar mangkok” mengajarkan bahwa kekuatan bukan terletak pada tembok tinggi yang memisahkan, melainkan pada ikatan sosial yang menyatukan warga dengan aparat keamanan.
”Guyubnya hubungan warga dan polisi itulah benteng keamanan sesungguhnya. Dengan kedekatan, masyarakat tidak hanya merasa dilindungi, tetapi juga ikut menjadi pelindung bagi lingkungannya,” tegas Marlin. (kwl/adi)
Editor : fery ardi susanto