Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Desa Mulur Sukoharjo Pilot Project Pendataan Kendaraan Berbasis Aplikasi, Libatkan PT Jasa Rajarja

Iwan Kawul • Selasa, 7 Oktober 2025 | 01:31 WIB

 

Kerja sama Pemerintah Desa Mulur dengan PT Jasa Raharja terkait aplikasi Santika.
Kerja sama Pemerintah Desa Mulur dengan PT Jasa Raharja terkait aplikasi Santika.

RADARSOLO.COM – Pemerintah Desa Mulur, Kecamatan Bendosari, Sukoharjo terus berinovasi dalam memaksimalkan potensi pajak kendaraan bermotor. Salah satunya melalui program berbasis digital dengan aplikasi Santika.

Aplikasi Santika dikembangkan PT Jasa Raharja, Universitas Pignatelli Triputra Solo, serta Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mulur. Aplikasi ini untuk mendata kendaraan bermotor secara menyeluruh di tingkat rumah tangga.

Kepala Desa (Kades) Mulur Sugeng Riyadi menjelaskan, program ini lahir dari inisiatif pemerintah desa sebagai langkah konkret untuk mendukung peningkatan pendapatan daerah dan negara dari sektor pajak. Sistemnya, karang taruna diberdayakan untuk pendataan.

Pendataan berbasis digital ini bukan sekadar inovasi teknologi, tetapi juga strategi untuk memperbaiki basis data kepemilikan kendaraan. Sebab, selama ini belum terkelola secara optimal.

“Projek ini salah satu upaya kami untuk memaksimalkan pajak daerah dan negara. Ini inisiasi dari pemerintah Desa Mulur. Harapannya setelah kegiatan ini berlangsung dan sukses, Desa Mulur jadi percontohan bagi desa-desa lainnya,” kata Sugeng.

Direktur BUMDes Mulur Adi Prihananto menambahkan, aplikasi Santika merupakan hasil kolaborasi tiga pihak melalui pendekatan pentahelix. Melibatkan unsur pemerintah, kelompok masyarakat, dunia usaha, media, dan akademisi.

“Kami bersama Jasa Raharja mengerjakan satu projek bernama aplikasi Santika. Inisiatornya dari desa, kemudian difasilitasi Jasa Raharja. Pengembangannya dibantu Universitas Pignatelli Triputra,” jelas Adi.

Program ini juga melibatkan masyarakat melalui karang taruna. Sebanyak 28 anggota karang taruna diberdayakan untuk pendataan kendaraan bermotor dari rumah ke rumah.

“Mereka punya pengalaman melakukan coklit (pencocokan dan penelitian) di KPU. Jadi sudah terbiasa dengan metode pendataan. Program ini bisa diduplikasi di tempat lain. Jadi, kami sebagai pilot project,” ujarnya.

Lebih jauh, Adi menjelaskan bahwa pendataan kendaraan bermotor jauh lebih dinamis dibandingkan dengan objek pajak lain seperti tanah dan bangunan.

 

“Kalau tanah itu kan tidak bergerak. Tapi kendaraan bermotor bisa berpindah tangan kapan saja. Hari ini masih di sini, besok bisa dijual. Maka dari itu penting ada data real di tingkat desa,” ungkapnya.

Melalui aplikasi Santika, data kendaraan akan terbagi secara detail antara kendaraan atas nama sendiri maupun atas nama orang lain. Dari situ, pemerintah desa dan BUMDes bisa merumuskan berbagai program lanjutan, termasuk sosialisasi tentang balik nama, pemutihan pajak, maupun program kepemilikan kendaraan lainnya. Adi menambahkan, proses pendataan akan segera dimulai dan ditargetkan rampung dalam waktu dua minggu.

“Besok sudah mulai. Setelah itu akan ada evaluasi untuk melihat sejauh mana proyek ini berjalan sesuai harapan. Kita akan duduk bersama lagi untuk mengevaluasi hasilnya,” pungkasnya.

Dengan langkah ini, Desa Mulur tidak hanya menjadi pelopor digitalisasi data kendaraan di tingkat desa, tetapi juga membuka jalan baru bagi optimalisasi pajak daerah melalui basis data yang akurat dan partisipasi aktif masyarakat. (kwl/fer)

Editor : fery ardi susanto
#pt jasa marga #aplikasi santika desa mulur sukoharjo #digitalisasi pendataan kendaraan desa mulur