Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Tambah Satu Lagi SPPG Di Kartasura, Wabup Sukoharjo: Gugah Selera Makan Anak Dengan Variasi Menu MBG

Iwan Kawul • Selasa, 7 Oktober 2025 | 01:42 WIB

 

Wakil Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo resmikan SPPG Yayasan Srikandi Berkah Mandiri di Desa Gumpang, Kecamatan Kartasura, Senin (6/10).
Wakil Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo resmikan SPPG Yayasan Srikandi Berkah Mandiri di Desa Gumpang, Kecamatan Kartasura, Senin (6/10).

RADARSOLO.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo terus memperkuat pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG), agar manfaatnya semakin optimal dirasakan peserta didik. Salah satu kunci keberhasilan program ini menurut Wakil Bupati (Wabup) Sukoharjo Eko Sapto Purnomo, yakni penyajian menu yang bervariasi. Sehingga mampu meningkatkan selera makan siswa di sekolah.

Hal itu disampaikan Sapto saat meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Srikandi Berkah Mandiri di Desa Gumpang, Kecamatan Kartasura, Senin (6/10). Dia menegaskan, program MBG bukan hanya soal memberikan makanan bergizi, tetapi juga memastikan anak-anak menikmatinya dengan lahap dan senang.

“Maka dari itu, kami mendorong semua pengelola SPPG agar menghadirkan menu yang bervariasi. Supaya anak-anak selalu semangat menyantap makanan bergizi di sekolah,” kata Sapto.

Selain variasi menu, lanjut Sapto, aspek keamanan dan standar penyajian tetap harus menjadi prioritas utama. Dia menegaskan seluruh penyelenggara SPPG wajib mengikuti prosedur yang telah ditetapkan, agar makanan tetap layak dan aman dikonsumsi anak-anak.

“Mulai dari belanja bahan makanan maksimal dua hari sebelum dimasak, penyimpanan yang benar, hingga pengolahan dan distribusi yang tepat waktu harus diperhatikan. Setelah matang, makanan perlu didinginkan sebelum dikemas. Waktu dari makanan matang hingga diterima siswa, idealnya tidak lebih dari 4-6 jam,” tegasnya.

Proses pengemasan dan pengantaran juga perlu dilakukan secara cepat dan efisien. Maksimal dua setengah jam, agar kualitas makanan tetap terjaga.

“Setiba di sekolah, makanan MBG sebaiknya langsung dikonsumsi dan tidak dibawa pulang. Kalau dibawa pulang, durasi penyimpanan bisa terlalu lama dan meningkatkan risiko,” tandasnya.

Selain mendorong variasi menu dan keamanan makanan, Pemkab Sukoharjo juga terus melibatkan berbagai pihak dalam pelaksanaan MBG. Sosialisasi kepada orang tua, pendampingan kepada penyedia makanan, hingga pengawasan lapangan terus diperkuat untuk memastikan program berjalan sesuai standar.

“Saat ini dari total kuota 80 SPPG di Kabupaten Sukoharjo, sudah ada 22 unit yang beroperasi. Sekarang tambah satu di sini (Kartasura),” beber Sapto. (kwl/fer)

Editor : fery ardi susanto
#mbg sukoharjo #wabup sukoharjo eko sapto purnomo #sppg gumpang kartasura #wakil bupati sukoharjo eko sapto purnomo