RADARSOLO.COM – Kodim 0726/Sukoharjo kembali menggelar program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap IV 2025. Kali ini, fokus pembangunan diarahkan ke Desa Cangkol, Kecamatan Mojolaban. Program ini dibuka Wakil Bupati (Wabup) Sukoharjo Eko Sapto Purnomo, Rabu (8/10).
Total anggaran yang disiapkan untuk menyukseskan program ini mencapai Rp 829.500.000. Bersumber dari APBD Provinsi Jawa Tengah dan APBD Sukoharjo.
Komandan Kodim (Dandim) 0726/Sukoharjo Letkol Inf Supri Siswanto menegaskan, TMMD merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Selian itu, juga upaya mempercepat akselerasi pembangunan di daerah, khususnya di wilayah pedesaan.
“Program TMMD Sengkuyung tahap IV ini bukan hanya sekadar pembangunan fisik, tetapi juga sarana mempererat tali silaturahmi dan menumbuhkan semangat gotong royong. Kami ingin memastikan infrastruktur dasar terpenuhi, agar kesejahteraan masyarakat Desa Cangkol meningkat,” kata dandim.
Program TMMD di Desa Cangkol akan berlangsung selama 30 hari, dimulai pada 8 Oktober hingga 6 November 2025, yang didahului dengan kegiatan Pra TMMD sejak 26 September 2025.
Berdasarkan rencana, sasaran fisik utama yang akan dikerjakan meliputi rabat beton sepanjang total 1.046 meter di dua titik, yaitu di Dusun Sambirejo RT 01 RW 09 dan Dusun Jetak RT 05 RW 09 sepanjang 609 meter. Termasuk Dusun Jetak RT 05 RW 09 sepanjang 437 meter.
Selain itu, juga pembuatan talut jalan sepanjang 437 meter di Dusun Jetak RT 05 RW 09. Serta pembuatan gorong-gorong sebanyak tiga unit di Dusun Jetak RT 05 RW 09.
"Selain pembangunan fisik, program ini juga mencakup sasaran non-fisik yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan tertib administrasi masyarakat. Meliputi penyuluhan wawasan kebangsaan dan bela negara, penyuluhan kesehatan, penyuluhan pertanian, serta pelayanan administrasi kependudukan (adminduk).
"Sasaran yang kami kerjakan seperti rabat beton dan gorong-gorong, sangat vital. Ini akan memperlancar sarana transportasi bagi petani dan masyarakat," jelasnya.
Dandim juga menekankan bahwa program ini merupakan langkah strategis untuk mewujudkan peningkatan pembangunan perdesaan dan kesejahteraan masyarakat. Termasuk mewujudkan ketertiban adminduk dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
Sementara itu,
Wabup Sukoharjo Eko Sapto Purnomo mengaku TMMD wujud operasi bhakti TNI. Terlaksana atas kerja sama lintas sektoral, antara TNI/POLRI, pemerintah daerah, serta seluruh komponen masyarakat.
Dilaksanakan secara terpadu dan berkesinambungan, dalam upaya membantu meningkatkan akselerasi pembangungan di daerah. TMMD diprioritaskan pada pembangunan infrastruktur dan sarana-prasarana kebutuhan dasar masyarakat, untuk mendukung peningkatan perekonomian serta derajat kesehatan.
"TMMD banyak memberikan pelajaran berharga, betapa penting dan luar biasanya program ini. Selin menciptakan dinamika kegotongroyongan membangun bangsa, juga mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan kemanunggalan TNI dengan rakyat. Sehingga senantiasa ikut serta dalam pembangunan nasional," beber Sapto. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto