RADARSOLO.COM - HPN, mahasiswi Jurusan Psikologi Islam UIN Raden Mas Said Surakarta sempat menumpahkan unek-unek terkait kondisi psikisnya lewat tulisan yang diterbitkan di Buletin Serambi Kata, Jumat (10/10/2025).
Buletin Serambi Kata diproduksi oleh Dinamika yang merupakan unit kegiatan mahasiswa (UKM) Kampus UIN Raden Mas Said Surakarta.
Tulisan tersebut diberi judul Kesunyian di Tengah Malam.
Berikut penggalan isinya:
“Kondisiku kurang baik, bisa bilang sangat tidak baik. Aku
berjuang menghadapi mentalku yang bergejolak terlalu kencang,
walau sudah meminum obat sehari enam kapsul,".
Kala itu, sebelum aku menulis cerita ini, aku bahagia. Aku bermain
bersama anak-anak kecil, bercrengkarama dengan ibu-ibu di sekiar kompleks. Semua menyenangkan sampai malam tiba. Aku tak bisa tidur membuatku kebingungan harus
melakukan apa. Lalu kutulislah kisah ini.
Orang normal biasa tidur sekitar 6-7 jam, tapi tidak buatku. Tidurku tergantung obat. Ya, sangat sedih sebetulnya merasa diri ini harus meminum obat setiap hari, rasanya jenuh. Dan saat tulisan ini dibuatpun aku tidak bisa tidur, lalu kuambil laptop dan menulis sedikit ceritaku dari hari kemarin dan sekitar belakangan ini.
Kondisiku kurang baik, bisa dibilang sangat tidak baik. Aku berjuang menghadapi mentalku yang bergejolak terlalu kencang, walau sudah meminum obat sehari enam kapsul.
Aku jenuh, jenuh sekali dengan kondisiku saat ini dan ke depannya. Aku sudah mencoba menghubungi psikolog tapi masih belum ada kabar yang pasti. Hingga suatu saat setelah bedah buku di lapangan kampus, aku bercerita tentang keadaanku dengan salah satu dosen psikologi kampuku.
Banyak sekali insight yang kudapat saat itu. Aku merasa lebih baikan dari perasaan ingin
mengakhiri hidupku.
Diketahui, Polres Sukoharjo telah melakukan penyelidikan kasus HPN, 21, mahasiswi Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUD) UIN Raden Mas Said Surakarta yang melompat dari rooftop gedung laboratorium kampus setempat, Jumat (17/10/2025).
Mahasiswi Jurusan Psikologi Islam itu melompat dari gedung lantai 5 sekitar pukul 10.00.
Polisi memastikan, peristiwa tersebut merupakan murni tindakan mengakhiri hidup tanpa adanya tanda-tanda kekerasan.
Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo melalui Kapolsek Kartasura AKP Tugiyo menjelaskan, HPN ditemukan tergeletak di area parkir kampus setelah terjatuh dari ketinggian.
“Kami menerima laporan sekitar pukul 10.00 dari pihak kampus. Saya bersama Wakapolsek, Kanit Reskrim, dan anggota langsung menuju lokasi,” jelasnya.
“Setelah dilakukan olah tempat kejadian perkara bersama tim Inafis, dipastikan korban murni loncat dari lantai lima,” imbuh AKP Tugiyo.
Dari hasil penyelidikan sementara, HPN diduga menggunakan kursi untuk memanjat pagar pembatas rooftop sebelum melompat.
“Kursi yang digunakan korban sudah kami amankan sebagai barang bukti. Tidak ada tanda-tanda penganiayaan atau dorongan dari pihak lain. Semua murni dilakukan oleh korban sendiri,” beber kapolsek.
Merujuk keterangan polisi, HPN yang merupakan warga Kelurahan Griyan, Colomadu, Karanganyar itu memiliki riwayat gangguan bipolar yang ditandai dengan kecemasan dan kegelisahan tinggi.
“Dari keterangan pihak kampus dan teman-temannya, beberapa waktu lalu juga sempat mencoba bunuh diri di lokasi yang sama, namun saat itu berhasil digagalkan oleh teman-temannya,” ungkap AKP Tugiyo. (ida/kwl)
Editor : Tri wahyu Cahyono