RADARSOLO.COM– Suasana kampus UIN Raden Mas Said Surakarta mendadak gempar, Jumat (17/10) siang. Seorang mahasiswi jurusan Psikologi, Hanna Putri, 21, ditemukan tak bernyawa setelah melompat dari lantai empat Gedung Laboratorium.
Tragisnya, Hanna diketahui sudah cukup lama berjuang melawan penyakit mental bipolar. Ia bahkan harus rutin mengonsumsi enam kapsul obat setiap hari untuk menstabilkan kondisinya.
Dalam salah satu tulisannya yang dimuat di rubrik Serambi Kata edisi 10 Oktober 2025, Hanna sempat mencurahkan isi hatinya.
“Kondisiku kurang baik, bisa dibilang sangat tidak baik. Aku berjuang menghadapi mentalku yang bergejolak terlalu kencang walau sudah minum obat sehari enam kapsul,” tulisnya.
Kata-kata itu kini terasa seperti pertanda. Seminggu berselang, perjuangan Hanna berakhir dengan cara yang memilukan.
Menurut keterangan saksi mata, Kukuh Satria, yang juga mahasiswa di kampus tersebut, peristiwa itu terjadi secara tiba-tiba.
“Aku tadi mau ke kantin terus mendengar suara ada yang jatuh dan mengenai mobil, dan ketika aku lihat ternyata ada mahasiswa yang sudah tergeletak di samping mobil,” ujarnya.
Kukuh mengaku sempat memeriksa ke atap gedung. Di sana, ia menemukan kursi dan batako yang diduga dijadikan pijakan di sudut rooftop. Ia langsung melapor ke dosen yang sedang berada di kantin, sebelum petugas kampus mengevakuasi korban ke RS UNS.
Petugas Satreskrim Polsek Kartasura, Hermawan, membenarkan adanya indikasi bahwa korban sudah berniat mengakhiri hidupnya.
“Sebelumnya memang korban sempat bilang ke rekannya bahwa ingin bunuh diri. Temannya juga mengungkapkan korban pernah survei gedung,” jelasnya kepada awak media.
Sementara itu, Triyono, Kaprodi Psikologi Islam UIN Raden Mas Said Surakarta, mengungkapkan bahwa selama ini Hanna dikenal sebagai mahasiswa yang aktif dan berprestasi.
“Saat pembelajaran dia itu anak yang aktif, tapi memang orang tua, teman, dan dosen pembimbingnya sudah tahu kalau dia punya riwayat bipolar,” imbuhnya.
Triyono menambahkan, hasil pemeriksaan medis menyatakan korban meninggal dunia di rumah sakit. Kedua kaki korban patah akibat benturan keras saat jatuh dari ketinggian.
Suasana duka menyelimuti lingkungan kampus sejak siang hingga malam. Rekan-rekan Hanna tampak masih sulit percaya kehilangan sosok ceria yang selama ini diam-diam menyimpan luka batin begitu dalam. (alf/nik)
Editor : Niko auglandy