Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Sukoharjo Serius Garap Pertanian Organik, Terpusat Di Desa Sanggang Kecamatan Bulu

Iwan Kawul • Rabu, 22 Oktober 2025 | 01:20 WIB

 

Penanaman perdana padi organik di Dusun Tawing, Desa Sanggang, Kecamatan Bulu, Sukoharjo, Selasa (21/10).
Penanaman perdana padi organik di Dusun Tawing, Desa Sanggang, Kecamatan Bulu, Sukoharjo, Selasa (21/10).

RADARSOLO.COM – Dinas Pertanian dan Perikanan (Dispertan) Sukoharjo terus menunjukkan keseriusannya dalam mengembangkan pertanian organik. Salah satunya dengan melaksanakan kegiatan tanam perdana di lahan pertanian organik seluas 12 hektare di Dusun Tawing, Desa Sanggang, Kecamatan Bulu, Selasa (21/10).

Kepala Dispertan Kabupaten Sukoharjo Bagas Windaryatno mengungkapkan, kegiatan tersebut menjadi awal musim tanam pertama (MT1) di kawasan pertanian organik yang dikelola secara gotong-royong oleh petani setempat.

”Hari ini kami melakukan tanam bersama-sama untuk mengawali MT1 di lokasi sawah pertanian organik di Dukuh Tawing, Desa Sanggang, Kecamatan Bulu, seluas kurang lebih 12 hektare,” ujarnya.

Menurutnya, kawasan ini memiliki potensi besar karena dalam satu tahun bisa panen hingga tiga kali. Keunggulan lainnya, area persawahan tersebut mendapatkan pasokan air dari sumber alami di pegunungan. Sumber air itu terpisah dari jaringan irigasi umum, sehingga kualitasnya lebih sehat dan tidak tercemar bahan kimia maupun pestisida.

”Air irigasi yang digunakan di sini berasal dari sumber alami yang benar-benar bersih. Hal ini membuat hasil pertanian lebih sehat dan alami. Kami ingin menjaga keaslian dan keseimbangan lingkungan dalam proses budidaya,” terang Bagas.

Selain itu, sistem budidaya yang diterapkan di lahan tersebut masih mengedepankan nilai-nilai tradisional. Petani bekerja dengan semangat gotong-royong dan saling membantu, sehingga suasana kebersamaan tetap terjaga di tengah modernisasi pertanian.

”Di sini cara budidaya masih tradisional, bergotong-royong dan kerja sama, dan ini akan kita pertahankan untuk menjadi satu pertanian yang tetap menjaga nilai-nilai kegotong-royongan,” imbuhnya.

Ke depan, pihaknya berencana mendorong hasil pertanian dari kawasan ini menjadi produk beras organik unggulan Desa Sanggang. Dispertan juga akan membantu proses branding dan pemasaran agar produk tersebut memiliki nilai tambah di pasaran.

”Kami akan dorong agar hasil panen di sini menjadi satu produk beras organik yang memiliki identitas khas Sukoharjo, khususnya dari Desa Sanggang. Ini bisa menjadi ikon sekaligus bukti keseriusan kami dalam mengembangkan pertanian yang berkelanjutan,” pungkas Bagas. (kwl/adi)

Editor : fery ardi susanto
#ketahanan pangan sukoharjo #Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo #padi organik sukoharjo #swasembada pangan sukoharjo #Dispertan Sukoharjo #padi organik desa sanggang sukoharjo