Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Gunungan Jenang Dodol Meriahkan Festival Jenang di Sukoharjo

Iwan Kawul • Senin, 3 November 2025 | 02:35 WIB

 

PUSAT PERHATIAN: Kirab yang digelar dalam Festival Jenang, yang digelar di Kelurahan Kenep, Kecamatan Sukoharjo Kota, Sabtu (1/11)
PUSAT PERHATIAN: Kirab yang digelar dalam Festival Jenang, yang digelar di Kelurahan Kenep, Kecamatan Sukoharjo Kota, Sabtu (1/11)

RADARSOLO.COM – Suasana meriah menyelimuti Kelurahan Kenep, Kecamatan Sukoharjo Kota, akhir pekan ini. Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, Komunikasi Antar Muda-Mudi RW I (KAMUS) menggelar KAMUS FAIR VI. Event ini bertema “Nawasena Jagaddhita” yang bermakna Masa Depan yang Cerah dan Gemilang.

Salah satu rangkaian acara yang paling menyedot perhatian adalah Festival Jenang, yang digelar pada Sabtu (1/11). Sejak pagi, warga tumpah ruah di jalanan Kelurahan Kenep untuk menyaksikan kirab ini.

Acara disertai karnaval yang diikuti peserta dari berbagai TK dan SD di wilayah setempat. Suasana semakin semarak karena warga mengenakan aneka kostum unik, mulai dari pakaian tradisional hingga kostum superhero, seperti Gatotkaca, Superman, Batman, dan Spiderman yang ikut memikul gunungan jenang dodol raksasa.

Ketua Panitia KAMUS FAIR VI Adrian Wisnu Aji mengatakan, Festival Jenang menjadi simbol kekuatan tradisi yang berpadu dengan semangat muda.

“Kirab jenang ini kami angkat sebagai bentuk pelestarian budaya lokal. Jenang dodol merupakan ciri khas dari Kampung Kedung Gudel, Kelurahan Kenep. Melalui festival ini, kami ingin meneguhkan identitas budaya sekaligus menumbuhkan kebanggaan masyarakat terhadap warisan leluhur,” ujarnya.

Gunungan jenang dodol yang disusun dari lebih dari 1.000 potong jenang itu menjadi daya tarik utama. Setelah dilakukan doa bersama yang dipimpin sesepuh kampung, warga pun berebut jenang sebagai simbol memetik berkah dan harapan baik.

Tak hanya itu, panitia juga menyajikan aneka hidangan khas berupa jenang lemu, jenang mutiara, jenang sumsum, jenang gremdul, dan ketan hitam bagi masyarakat yang hadir.

Kemeriahan KAMUS FAIR VI sudah dimulai sejak Jumat (31/10) malam, dengan fashion show bertema “Essence Batik Modern” yang menampilkan kreasi busana batik hasil karya anak-anak muda Kenep.

“Kami ingin menunjukkan bahwa anak muda bisa kreatif tanpa meninggalkan akar budayanya. Dari jenang hingga batik, semua kami kemas dengan semangat kebersamaan,” imbuh Adrian.

Tak berhenti di situ, suasana festival semakin hidup dengan bazar UMKM, pentas seni karawitan, dan pentas musik reggae yang membuat suasana semakin hangat dan guyub.

Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi warga lintas usia, dari anak-anak hingga lansia, semua larut dalam semangat kebersamaan dan gotong royong khas masyarakat Kenep.

Dengan dukungan penuh dari warga, KAMUS FAIR VI kembali membuktikan bahwa semangat pemuda dalam menjaga budaya dan menggerakkan ekonomi lokal terus menyala.

“Harapan kami, semangat Nawasena Jagaddhita benar-benar terwujud. Generasi muda Kenep bisa tumbuh dengan akar budaya yang kuat, tapi tetap menatap masa depan dengan gemilang,” pungkas Adrian Wisnu Aji. (kwl/nik)

 

 

 

Editor : Niko auglandy
#dodol #Jenang #gunungan #sukoharjo