Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

BPBD Sukoharjo dan Relawan Bersih Kali Langsur, Kurangi Risiko Bencana Banjir

Iwan Kawul • Minggu, 9 November 2025 | 23:11 WIB

 

Aksi bersih-bersih Kali Langsur di Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, Minggu (9/11).
Aksi bersih-bersih Kali Langsur di Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, Minggu (9/11).

RADARSOLO.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukoharjo terus mendorong kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan sebagai langkah nyata dalam pengurangan risiko bencana.

Pada Minggu (9/11), BPBD Sukoharjo bersama warga Griya Permata Alam 1 RT 3 RW XI Desa Parangjoro serta relawan Desa Tangguh Bencana (Destana) Telukan menggelar kegiatan kerja bakti Kali Langsur di Kecamatan Grogol.

Kepala Pelaksana BPBD Sukoharjo Ariyanto Mulyatmojo menyampaikan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mitigasi bencana berbasis komunitas.

“Kami membersamai masyarakat untuk menjaga kebersihan sungai, karena pencegahan bencana bisa dimulai dari hal paling sederhana, yaitu tidak membiarkan saluran air tersumbat,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir kepala Desa Parangjoro, kepala Desa Telukan, babinsa, serta bhabinkamtibmas dari kedua desa. Gotong royong dilakukan untuk membersihkan sampah dan sedimen yang menumpuk di aliran Kali Langsur agar tidak memicu banjir saat musim hujan tiba.

Selain di Grogol, kegiatan serupa juga digelar di Kecamatan Baki. Tepatnya di Desa Purbayan dan Gentan. Aksi bersih-bersih lingkungan ini melibatkan warga setempat bersama relawan kebencanaan, yang peduli terhadap kondisi sungai dan saluran air di lingkungan mereka.

Ariyanto menambahkan, kegiatan semacam ini diharapkan bisa menjadi budaya rutin di Kabupaten Sukoharjo.

“Semoga gerakan seperti ini dapat menginspirasi desa-desa lain untuk melakukan hal serupa. Dengan kebersamaan, kita bisa meminimalkan risiko bencana, terutama pada musim penghujan,” ungkapnya.

Berdasarkan prakiraan cuaca, musim penghujan 2025-2026 diprediksi berlangsung lebih panjang dengan curah hujan di atas normal. Karena itu, kesadaran menjaga lingkungan menjadi kunci dalam mencegah banjir, longsor, dan genangan air.

“Kalau bukan kita yang memperhatikan lingkungan, siapa lagi?” tandas Ariyanto. (kwl/fer)

Editor : fery ardi susanto
#resik resik kali langsur sukoharjo #bersih bersih kali langsur sukoharjo #BPBD Sukoharjo #bersih bersih sungai langsur sukoharjo