RADARSOLO.COM - Pagi ini, KA 514 Batara Kresna relasi Purwosari-Wonogiri tertemper mobil di perlintasan liar kilometer 16+4 petak jalan antara Sukoharjo-Pasarnguter. Seluruh penumpang dan awak kereta selamat, namun pengemudi mobil harus dievakuasi ke rumah sakit.
Menanggapi insiden ini, KAI Daop 6 Yogyakarta sangat menyayangkan terjadinya temperan terhadap KA. Masyarakat diimbau agar selalu waspada, berhati-hati, disiplin mematuhi rambu-rambu yang ada, dan tidak membuat perlintasan liar.
Pasalnya, pelanggaran di perlintasan sebidan dan jalur KA bukan hanya membahayakan keselamatan banyak pihak. Termasuk para petugas kereta api, penumpang KA maupun pengguna jalan itu sendiri.
Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih membeberkan, sekarang KA 514 Batara Kresna dapat melanjutkan perjalanan dan semua penumpang selamat, begitu pula dengan awak KA.
"KAI Daop 6 Yogyakarta sangat menyayangkan kejadian ini dan diharapkan tidak terjadi di kemudian hari. Masyarakat diimbau untuk mematuhi rambu-rambu yang berlaku, tidak beraktivitas di jalur KA dan hanya melintas di perlintasan sebidang resmi,” ucap Feni.
Menilik kronologi, pada pukul 06.43 WIB, KA 514 Batara Kresna relasi Purwosari-Wonogiri tertemper mobil di perlintasan liar kilometer 16+4 petak jalan antara Sukoharjo-Pasarnguter. Seluruh awak dan penumpang KA 514 Batara Kresna dalam kondisi selamat dan aman. Sementara kemudian dilarikan ke RS Nirmala Sukoharjo dan ditangani kepolisian setempat.
Atas kejadian ini, lintasan sempat berhenti untuk dilakukan pengecekan rangkaian. Pada pukul 06.50, KA 514 Batara Kresna berangkat dari kilometer 16+4 dan dinyatakan dapat melanjutkan perjalanan.
Feni kembali menegaskan bahwa area sekitar jalur KA merupakan kawasan steril dan berisiko, sehingga hanya terbatas untuk petugas operasional dan perawatan prasarana saja. Masyarakat diminta agar tidak membuat perlintasan liar.
“Keselamatan bersama merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu kami imbau seluruh masyarakat agar tidak beraktivitas di sekitar jalur KA, melintas hanya di perlintasan resmi saja dan tidak membuat perlintasan liar. Semoga kejadian ini tidak terjadi lagi di kemudian hari,” tegas Feni. (nis)
Editor : Niko auglandy