Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Seribu Relawan Latihan Gabungan Untuk Perkuat Mitigasi Bencana Hadapi Puncak Musim Penghujan Di 2026

Iwan Kawul • Senin, 17 November 2025 | 01:21 WIB
Latihan gabungan melibatkan 1.000 relawan penanggulangan bencana Kabupaten Sukoharjo di kawasan Waduk Mulur, Minggu (16/11).
Latihan gabungan melibatkan 1.000 relawan penanggulangan bencana Kabupaten Sukoharjo di kawasan Waduk Mulur, Minggu (16/11).

RADARSOLO.COM – Wakil Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo memimpin apel kesiapsiagaan bencana, sekaligus membuka latihan gabungan (latgab) 1.000 relawan penanggulangan bencana di kawasan Waduk Mulur, Kecamatan Bendosari, Minggu (16/11).

Latgab ini merupakan langkah antisipasi menghadapi meningkatnya potensi bencana hidrometeorologi, menjelang puncak musim penghujan yang diprediksi terjadi awal 2026 mendatang.

Dalam sambutannya, Eko mengapresiasi seluruh peserta dan tamu undangan yang hadir pada apel siaga tersebut. Ia menegaskan, tidak ada wilayah yang benar-benar bebas dari bencana, termasuk Kabupaten Sukoharjo yang memiliki kerentanan geografis, geologis, demografis, dan hidrometeorologis.

“Jenis bencana yang mungkin terjadi di Kabupaten Sukoharjo sangat beragam. Mulai dari banjir, tanah longsor, angin kencang, gempa bumi, kekeringan, hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dampaknya dapat mengganggu kehidupan masyarakat, bahkan korban jiwa, kerusakan lingkungan, serta kerugian ekonomi,” jelasnya.

Data kejadian bencana periode Januari-Oktober 2025, angin kencang sebanyak 29 kali, banjir sembilan kali, tanah longsor empat kali, serta karhutla lima kali. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan 2024.

Sedangkan kerugian akibat bencana pada 2024 mencapai Rp 723,6 juta. Pada 2025, hingga Oktober saja, sudah tercatat Rp 735 juta.

“Jumlah ini masih berpotensi bertambah. Prediksi BMKG menyebutkan bahwa puncak musim hujan di Kabupaten Sukoharjo baru akan terjadi pada Januari 2026. Ini peringatan bagi kita semua untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan,” tegas Eko.

Eko juga mengingatkan dampak masa peralihan atau pancaroba. Karena rawan menimbulkan cuaca ekstrem seperti hujan deras disertai petir dan angin kencang.

kemudian puncak musim hujan pada Januari-Februari 2026, diprakirakan berpotensi menimbulkan banjir, tanah longsor, dan angin kencang di sejumlah wilayah.

Eko menegaskan, apel kesiapsiagaan ini bertujuan untuk melihat langsung kekuatan personel dan peralatan yang dimiliki kabupaten dalam menghadapi potensi bencana. Ia menekankan pentingnya sinergi seluruh unsur mulai pemerintah daerah, pemerintah desa/kelurahan, TNI-Polri, lembaga usaha, akademisi, media massa, masyarakat, hingga relawan.

Alhamdulillah relawan kebencanaan di tingkat kecamatan sudah terbentuk. Di desa-desa jumlah relawan juga semakin banyak. Bismillah kami yakin Sukoharjo semakin siap dan tangguh menghadapi kebencanaan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo Ariyanto Mulyatmojo menyampaikan, apel dan latgab  ini momentum penguatan kapasitas relawan.

Tahun ini, disiapkan 11 jenis pelatihan untuk 1.000 relawan. Meliputi manajemen posko, dasar komunikasi, penanggulangan bencana inklusif, penanganan reptil, pertolongan pertama gawat darurat, dapur umum, water rescue, vertical rescue, pencegahan dan penanganan kebakaran, layanan dukungan psikososial, hingga penggunaan senso serta alkon.

Selain itu, kegiatan juga diisi saresehan bersama pelaksana tugas (Plt) Deputi Bidang Pencegahan BNPB serta Kepala Pelaksana Harian BPBD Provinsi Jawa Tengah, untuk memperkuat koordinasi penanggulangan bencana dari tingkat pusat hingga daerah.

“Kegiatan ini momentum untuk memastikan, bahwa seluruh elemen siap dan terorganisasi dalam menghadapi bencana. Tujuan utamanya melindungi masyarakat,” beber Ariyanto. (kwl/fer)

Editor : fery ardi susanto
#latihan gabungan 1000 relawan sukoharjo #BPBD Sukoharjo #latihan gabungan seribu relawan sukoharjo