RADARSOLO.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo mulai melirik komoditas tebu, sebagai langkah konkret mendukung program swasembada gula nasional 2026. Di 2025 ini, disiapkan lahan tanam tebu seluas 166 hektare di 3 kecamatan.
Salah satu lahan yang dibidik di Desa Rejosari, Kecamatan Polokarto. Lahan itu sudah disurvei Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan (Dispertanikan) Sukoharjo Bagas Windaryatno, didampingi Camat Polokarto Herry Mulyadi, Selasa (18/11).
Menurut Bagas, persiapan lahan tebu menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pertanian Arman Sulaiman kepada seluruh kepala daerah. Khusus Kota Makmur, ditarget 200 hektare lahan tebu pada 2026.
“Tahun ini kami sudah menanam tebu seluas 166 hektare. Lokasinya di Kecamatan Polokarto, Kecamatan Bendosari, dan Kecamatan Nguter,” jelas Bagas.
Penanaman tahap awal ini jadi fondasi untuk mencapai target tahun depan. Bagas menambahkan, Pemkab Sukoharjo terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menyukseskan program tersebut. Terutama kelompok tani, untuk memastikan kesiapan lahan dan keberlanjutan produksi.
“Kami gerak cepat sesuai arahan pusat, agar Sukoharjo bisa berkontribusi terhadap terwujudnya swasembada gula nasional. Semoga tahun depan target 200 hektare tercapai,” harap Bagas. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto