RADARSOLO.COM – Momentum Hari Guru Nasional 2025 menjadi refleksi penting bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo, dalam upaya memperbaiki sektor pendidikan. Salah satu problematika yang dihadapi, yakni sebaran guru yang kurang merata. Sejumlah sekolah kekurangan guru, di sisi lain ada sekolah justru kelebihan.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sukoharjo Havid Danang Purnomo Widodo menegaskan, sejatinya Kota Makmur tidak krisis guru. Hanya saja distribusi tenaga pendidik antara sekolah satu dengan yang lainnya belum merata.
Data disdikbud, total ada 2.763 guru berstatus pegawai negeri sipil (PNS) dan 1.464 guru berstatus pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Jumlah tersebut dianggap mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pembelajaran di sekolah-sekolah negeri.
“Kuota kami sebenarnya tidak kekurangan. Secara angka, guru yang ada sudah mencukupi,” jelas Havid, Rabu (26/11).
Hanya saja, tantangan yang dihadapi yakni sebaran tenaga pendidik. Ada sekolah kekurangan guru mata pelajaran (mapel) tertentu. Sedangkan sekolah lain kelebihan guru, hingga harus memberikan tugas mengampu mapel di luar bidang keahliannya.
Kondisi ini dinilai dapat memengaruhi kualitas proses belajar mengajar (KBM) di tingkat satuan pendidikan. Solusi paling ideal, yakni mutasi internal. Namun proses tersebut terkendala regilasi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).
“Kami ingin melakukan mutasi agar distribusi guru merata. Tapi syarat-syarat dari BKN cukup rumit, sehingga prosesnya tidak bisa cepat,” ujarnya.
Hingga kini disdikbud terus memetakan kebutuhan guru berdasarkan jenjang dan mapel. Upaya ini dilakukan agar kebijakan penataan guru ke depan lebih tepat sasaran.
“Ini tantangan yang harus diatasi bersama. Pemerataan guru sangat penting untuk menjamin kualitas pendidikan yang merata bagi seluruh siswa di Sukoharjo,” ucap Havid.
Sementara itu, momentum Hari Guru Nasional jadi suntikan motivasi Pemkab Sukoharjo untuk memperkuat komitmen dalam meningkatkan mutu pendidikan. Salah satunya melalui penataan guru berbasis kebutuhan riil sekolah.
“Kami ingin seluruh guru bisa mengajar sesuai keahliannya. Setiap sekolah wajib memiliki tenaga pendidik yang lengkap. Itu tujuan jangka panjang yang terus kami kejar,” tandasnya. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto