RADARSOLO.COM-Kebersamaan dan kepedulian sosial kembali ditunjukkan Paguyuban Zona Hitam Sukoharjo melalui gelaran Kopdar Silaturahmi dan santunan anak yatim piatu, Sabtu (29/12/2025) malam.
Bertempat di Rumah Makan Lembah Manah, Kelurahan Joho, kegiatan ini dihadiri ratusan anggota dan menghadirkan suasana hangat penuh kekeluargaan.
Sebanyak 20 anak yatim piatu dari Panti Asuhan Muhammadiyah Sukoharjo menerima santunan secara langsung.
Ketua Panitia Edwin Sri Haryanto mengatakan, kegiatan tersebut menjadi agenda penting untuk mempererat hubungan antaranggota, sekaligus memperluas aksi sosial yang selama ini konsisten dijalankan paguyuban.
“Acara ini bukan sekadar kopdar, tetapi juga merupakan bentuk nyata kepedulian kami memberi manfaat kepada sesama,” ujarnya.
Paguyuban Zona Hitam merupakan wadah bagi warga Persaudaraan Setia Hati Terate(PSHT) yang berdomisili di Kecamatan Sukoharjo Kota, serta anggota dari Nguter, Tawangsari, Bulu, Weru, hingga Bendosari.
Paguyuban ini dibentuk dengan tujuan murni sosial dan kemasyarakatan.
Menurut Edwin, paguyuban ingin menunjukkan bahwa PSHT adalah organisasi dengan ajaran positif, mendidik manusia berbudiluhur, mengajarkan kebenaran, dan menolak segala bentuk tindakan negatif.
“Selama ini banyak asumsi keliru bahwa PSHT itu sangar, sering berbuat rusuh, dekat dengan keributan. Kami hadir membuktikan bahwa itu tidak benar. Kalau ada kejadian yang meresahkan, itu murni oknum, bukan ajaran PSHT,” tegasnya.
Paguyuban Zona Hitam dikenal aktif menjalankan kegiatan sosial secara konsisten.
Setiap bulan, mereka menyalurkan 40–50 paket sembako untuk warga kurang mampu di berbagai rayon di Kecamatan Sukoharjo Kota.
Seluruh bantuan tersebut dihimpun dari iuran sukarela anggota Zona Hitam yang kini mencapai lebih dari 200 orang, serta dukungan dari beberapa donatur eksternal.
Untuk kegiatan santunan kali ini, paguyuban menyerahkan bantuan berupa uang tunai Rp100 ribu per anak untuk 20 anak yatim piatu.
Ditambah paket sembako yang berisi kebutuhan pokok seperti beras, gula, kopi, teh, dan perlengkapan mandi. Total belanja paket sembako tersebut mencapai Rp1 juta.
“Semua donasi dikumpulkan dari keikhlasan anggota. Kami ingin menunjukkan bahwa kekompakan dan solidaritas ini bisa bermanfaat nyata untuk masyarakat,” imbuh Edwin.
Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh keakraban itu tidak hanya memperkuat persaudaraan antaranggota, tetapi juga menjadi bukti bahwa PSHT dapat berperan positif dalam membantu warga sekitar.
Paguyuban Zona Hitam yang masih di bawah naungan PSHT Ranting Sukoharjo berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi kelompok lain untuk mengedepankan program sosial yang konsisten dan berdampak.
“Kami ingin terus bersinergi, menunjukkan bahwa PSHT adalah saudara, sahabat, dan pelindung masyarakat. Kami akan terus hadir membantu,” tutup Edwin. (kwl)
Editor : Tri wahyu Cahyono