RADARSOLO.COM – Kabupaten Sukoharjo kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Sukoharjo meraih tiga penghargaan sekaligus dalam penyerahan Penghargaan Program Kampung Iklim (Proklim) 2025 di Hotel Grand Sahid Jakarta, Senin (1/12). Penghargaan diberikan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisal Nurofiq.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sukoharjo Agus Suprapto menjelaskan, tiga lokasi di Kota Makmur dinyatakan lolos dan meraih apresiasi dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).
Desa Demakan, Kecamatan Mojolaban raih penghargaan tertinggi kategori Proklim Lestari. Kemudian Desa Mulur, Kecamatan Bendosari dan Desa Palur, Kecamatan Mojolaban meraih penghargaan kategori Proklim Utama.
“Kategori Proklim terdiri dari beberapa tingkatan. Desa Demakan tahun ini meraih penghargaan tertinggi sebagai Proklim Lestari. Sedangkan Desa Mulur dan Palur memperoleh penghargaan Proklim Utama,” jelas Agus.
Agus menambahkan, masing-masing lokasi memiliki karakteristik unggulan yang berbeda. Desa Mulur misalnya, mengembangkan pendekatan wisata berbasis lingkungan dengan prinsip zero waste tourism. Menggabungkan program kampung iklim dengan konsep desa wisata ber-tagline zero waste tourism.
“Di Mulur ini banyak dikembangkan kegiatan wisata sekaligus pengelolaan sampah. Jadi, wisata berjalan, lingkungan juga terjaga,” ujarnya.
Sementara Desa Palur menonjol melalui penguatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Bank sampah dan TPS 3R di desa tersebut dinilai berjalan baik dan konsisten. Sehingga memberikan kontribusi nyata dalam upaya pengurangan emisi gas rumah kaca.
“Komitmen desa sangat kuat, terutama dalam pengelolaan sampah dan pengurangan emisi,” tambahnya.
Terkait kategori Lestari yang diraih Desa Demakan, Agus menegaskan capaian tersebut tidak lepas dari pendampingan intensif terhadap sedikitnya 10 lokasi proklim lain sebagai syarat utama. Seluruh lokasi binaan itu juga telah terdata resmi dalam Sistem Registri Nasional (SRN) Kementerian Lingkungan Hidup.
“Teman-teman pengelola Proklim Lestari sudah berhasil melakukan pendampingan terhadap 10 lokasi lain. Semuanya terdaftar di Sistem Registri Nasional. Itu menjadi bukti bahwa pembinaan berjalan nyata dan berkelanjutan,” beber Agus.
Menurut Agus, capaian tiga penghargaan tahun ini menjadi bukti bahwa desa-desa di Sukoharjo semakin konsisten dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. DLH akan terus mendorong desa lain untuk mengikuti jejak serupa, sekaligus memperkuat program pembinaan di tahun mendatang. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto