Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Sambut Hari Disabilitas Internasional, Aksesbilitas Fasilitas Umum Di Sukoharjo Belum Ramah Difabel

Iwan Kawul • Rabu, 3 Desember 2025 | 00:03 WIB

 

Sambut Hari Disabilitas Internasional, Superhero sambangi SLB Hamong Putro Jombor, Bendosari, Sukoharjo, Selasa pagi (2/12).
Sambut Hari Disabilitas Internasional, Superhero sambangi SLB Hamong Putro Jombor, Bendosari, Sukoharjo, Selasa pagi (2/12).

RADARSOLO.COM – Harapan besar datang dari penyandang difabel di Sukoharjo, memperingati Hari Disabilitas Internasional yang jatuh pada hari ini. Difabel soroti sejumlah fasilitas umum, infrastruktur, hingga sarana-prasarana (sarpras) yang aksesbilitasnya belum ramah difabel.

Ketua Perkumpulan Difabel Sehati Sukoharjo Edy Supriyanto menjelaskan, ada 5.700 penyandang disabilitas yang menjadi anggota. Dia mengakui, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo sudah memihaki dengan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) PBI APBD. Plus alat bantu adaptif dan pemberdayaan melalui anggaran desa.

“Pelibatan difabel dalam perencanaan pembangunan desa sudah dilakukan. Tapi ketika turun ke pembangunan fisik, belum sesuai prinsip aksesibilitas,” ujar Edy, Selasa (2/12).

Menurut Edy, aksesbilitas fasilitas umum di Kota Makmur sangat memprihatinkan.

“Banyak ramp curam tanpa pegangan, guiding block ketemu pohon atau lubang, bahkan kursi roda tidak bisa naik trotoar. Ini harus dibenahi dengan melibatkan difabel sejak perencanaan,” pintanya.

Di sisi lain, peringatah Hari Disabilitas Internasional di SLB Hamong Putro Jombor, Bendosari, kemarin berlangsung semarak. Superhero Batman, Gatotkaca, Spiderman, dan Ultraman hadir menyemangati siswa yang sedang ujian semester.

Mereka bagikan soal dan lembar jawaban ke siswa anak berkebutuhan khusus (ABK), menggantikan peran guru pengawas. Setelah soal dibagikan, tiap siswa mendapat bingkisan menarik. Disusul aksi mendongeng setelah ujian selesai.

Kegiatan ditutup dengan pelukan hangat, sebagai simbol kasih sayang dan dukungan bagi anak-anak difabel yang rentan menjadi korban perundungan.

Danar, pemeran Gatotkaca menyebut aksi itu untuk menumbuhkan keberanian dan rasa percaya diri siswa ABK.

“Teman-teman di SLB adalah anak-anak istimewa. Mereka sering menjadi target bullying. Maka kami ingin menyuarakan pesan: sayangilah mereka,” ujarnya.

Danar menegaskan, timnya membawa penerjemah untuk memastikan siswa tunarungu dan kebutuhan khusus lainnya tetap bisa menikmati kegiatan.

“Kami ingin semua anak merasakan kegembiraan yang sama,” imbuhnya.

Sementara itum, Kepala SLB Hamong Putro Jombor Vinna Mei Astuti mengapresiasi aksi tersebut.

“Aksi ini membawa pesan kesetaraan yang kuat. Anak-anak kami benar-benar senang dan merasa dihargai,” bebernya.

Salah seorang siswa kelas VII C Arpitah mengaku semringah bisa bertemu sosok superhero idolanya.

“Biasanya cuma lihat di film, sekarang bertemu langsung. Saya dapat bingkisan dan dibacakan dongeng,” ujarnya. (kwl/fer)

Editor : fery ardi susanto
#aksesbilitas fasilitas umum sukoharjo belum ramah difabel #hari disabilitas internasional #Superhero Sukoharjo #Danar Superhero