RADARSOLO.COM – Sukoharjo kembali menegaskan jati dirinya bukan sekadar wilayah geografis yang dikenal dengan kemakmuran agraris, melainkan juga ruang inspirasi yang melahirkan narasi artistik melalui karya seni rupa. Hal itu tercermin dalam Pameran Komunitas Perupa Sukoharjo yang digelar di Gedung Pusat Promosi Potensi Daerah Sukoharjo (GP3D), Minggu (7/12), dengan tema Jejak Perupa dan Potensi Bumi Makmur.
Bupati Sukoharjo Etik Suryani saat membuka pameran menyampaikan, kegiatan ini menjadi wujud nyata kehadiran ruang publik yang hidup dan memberi tempat bagi ekspresi seni masyarakat. Ia mengungkapkan, gagasan pemanfaatan Gedung Potensi Daerah bermula dari aspirasi para perupa yang mendatangi kantor bupati untuk mencari ruang pamer yang layak dan aman bagi karya-karya mereka.
“Para perupa ini menyampaikan keluhan karena ruang pamer yang ada masih terbatas dan kurang melindungi karya seni, terutama saat hujan. Dari situ kami berdiskusi bersama Disdagkop dan Dinas Pendidikan, hingga akhirnya menawarkan Gedung Potensi ini untuk dimanfaatkan,” ujar Etik.
Menurut Etik, Gedung Pusat Promosi Potensi Daerah tidak hanya diproyeksikan sebagai ruang seremonial, melainkan pusat aktivitas masyarakat yang terus hidup. Ia berharap kehadiran pameran seni rupa mampu menghidupkan gedung tersebut dengan aktivitas kreatif yang bisa diakses masyarakat setiap hari.
“Harapan kami, gedung ini tidak sepi. Ada aktivitas, ada orang keluar-masuk, melihat pameran, menikmati karya lukisan dari perupa Sukoharjo. Ruang ini harus bermanfaat, khususnya bagi saudara-saudara kita para pelukis,” ungkapnya.
Etik juga menekankan bahwa menjadi perupa bukan hal yang mudah, karena membutuhkan kemampuan menuangkan gagasan dan imajinasi ke dalam medium kanvas. Ia mengapresiasi para seniman yang mampu mengekspresikan pikiran dan perasaan mereka menjadi karya visual yang bernilai estetik sekaligus reflektif.
Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan, Adi Suranto, menjelaskan bahwa pameran seni rupa ini berlangsung selama dua pekan, mulai 7 hingga 21 Desember 2025, setiap hari pukul 08.00 sampai 20.00 WIB di GP3D Sukoharjo. Selain pameran, rangkaian kegiatan juga diisi dengan acara pembukaan dan lomba mewarnai untuk anak-anak.
“Jumlah peserta pameran sebanyak 34 seniman. Mereka berasal dari berbagai latar belakang perupa yang tergabung dalam komunitas perupa Sukoharjo,” jelas Adi.
Adi menuturkan, pameran ini dilatarbelakangi oleh kesadaran bahwa Sukoharjo memiliki kekayaan budaya, sejarah, dan alam yang khas, sekaligus menjadi simpul pertemuan antara tradisi dan dinamika kehidupan modern.
Potensi tersebut tidak hanya terletak pada sumber daya agraris, tetapi juga pada daya hidup kreatif yang menguatkan identitas Sukoharjo sebagai Bumi Makmur.
“Melalui pameran ini, para perupa diajak menggali dan merespons potensi daerah Sukoharjo lewat medium seni rupa. Tujuannya agar Sukoharjo tidak hanya dipandang sebagai wilayah yang makmur secara fisik, tetapi juga sebagai ruang inspirasi yang melahirkan narasi artistik,” ujarnya.
Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Sukoharjo Soni Sumarsono menilai, kegiatan seni rupa semacam ini merupakan salah satu potensi penting daerah. Di tengah kesibukan dan tekanan kehidupan sehari-hari, seni menjadi ruang teduh yang menghadirkan kenyamanan batin bagi masyarakat.
“Seni rupa, khususnya karya perupa, bisa langsung dinikmati dengan indera mata. Ketika kita melihat sesuatu yang indah, itu dapat mengurangi beban pikiran dan emosi, menurunkan tensi, serta memberi ruang refleksi,” kata Soni.
Ia berharap kegiatan seni rupa di Sukoharjo terus berkelanjutan dan semakin mendapat ruang, karena selain memberikan manfaat psikologis, seni juga mendorong kreativitas dan memperkaya kehidupan budaya masyarakat. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto