Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Hari AIDS Sedunia, KPA Sukoharjo Tekankan Edukasi, Deteksi Dini, Dan Penghapusan Stigma

Iwan Kawul • Minggu, 7 Desember 2025 | 19:22 WIB
Wabup Sukoharjo Eko Sapto Purnomo hadiri peringatan Hari AIDS Sedunia (HAS) 2025, Minggu (7/12).
Wabup Sukoharjo Eko Sapto Purnomo hadiri peringatan Hari AIDS Sedunia (HAS) 2025, Minggu (7/12).

RADARSOLO.COM – Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Sukoharjo terus memperkuat edukasi kepada masyarakat dalam rangka peringatan Hari AIDS Sedunia (HAS) 2025 yang diperingati setiap 1 Desember. Edukasi ini dinilai penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang HIV/AIDS, mulai dari cara penularan, pencegahan, hingga pentingnya deteksi dini dan penghapusan stigma terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA).

Ketua Pelaksana KPA Kabupaten Sukoharjo sekaligus Wakil Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo mengatakan, rangkaian peringatan HAS menjadi momentum strategis untuk menyampaikan informasi yang benar dan komprehensif kepada masyarakat, khususnya hingga tingkat akar rumput.

“Teman-teman KPA menggandeng para penjangkau untuk melakukan kampanye disiplin pencegahan penularan AIDS di Kabupaten Sukoharjo. Ini membutuhkan dukungan, gotong royong, dan keterlibatan seluruh masyarakat agar pesan edukasi tentang HIV/AIDS bisa sampai ke masyarakat grassroots,” ujar Eko Sapto Purnomo, Minggu (7/12).

Ia menjelaskan, salah satu fokus utama edukasi adalah membangun kesadaran pola hidup sehat serta mendorong masyarakat agar tidak takut melakukan pemeriksaan HIV. Deteksi dini sangat menentukan keberhasilan pengobatan sekaligus menekan risiko penularan.

“Kesadaran pola hidup sehat itu penting. Kemudian yang tidak kalah penting, orang yang berisiko atau yang sudah terinfeksi mau memeriksakan diri. Jika terdeteksi lebih awal, bisa segera ditreatment dan diobati, sehingga risiko penularan dapat ditekan,” jelasnya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo, jumlah kumulatif Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) hingga Oktober 2025 mencapai 1.057 kasus. Rinciannya terdiri dari 591 kasus HIV dan 466 kasus AIDS, dengan jumlah ODHA yang meninggal dunia sebanyak 174 orang.

Dalam tiga tahun terakhir, penemuan kasus HIV tercatat lebih tinggi dibanding kasus AIDS, yang menunjukkan peningkatan upaya deteksi dini di masyarakat.

Perkembangan kasus HIV/AIDS di Sukoharjo juga menunjukkan dinamika sejak pertama kali ditemukan pada 2008. Pada periode 2008–2013, jumlah kumulatif kasus tercatat 153 kasus.

Penemuan kasus baru tertinggi terjadi pada 2016 dengan 107 kasus, sementara jumlah terendah dalam sepuluh tahun terakhir terjadi pada 2015 dan 2021, masing-masing sebanyak 60 kasus. Pada 2025, hingga Oktober, tercatat 65 kasus baru, lebih tinggi dibanding periode yang sama pada 2024 yang berjumlah 56 kasus.

Dari sisi wilayah, kasus HIV/AIDS telah menyebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Sukoharjo. Kecamatan Grogol tercatat sebagai wilayah dengan kasus tertinggi sebanyak 176 kasus, disusul Kecamatan Sukoharjo 171 kasus dan Kecamatan Kartasura 153 kasus.

Tingginya angka kasus di wilayah tersebut dipengaruhi oleh mobilitas penduduk yang tinggi karena berdekatan dengan Kota Surakarta. Sementara itu, Kecamatan Bulu menjadi wilayah dengan kasus terendah, yakni 32 kasus.

Selain edukasi medis, Eko menegaskan bahwa peringatan Hari AIDS Sedunia juga membawa pesan kuat tentang kemanusiaan. Ia mengingatkan agar ODHA tidak mengalami diskriminasi maupun pengucilan sosial.

“ODHA harus diterima dengan baik di masyarakat. Hak asasi manusia, hak sosial, hak kesehatan, dan hak-hak lainnya harus benar-benar dijamin. Dengan penerimaan yang baik, mereka bisa melanjutkan hidup dan memiliki masa depan yang sama seperti saudara-saudara kita yang lain,” tegasnya.

Peringatan Hari AIDS Sedunia 2025 mengusung tema nasional “Bersama Hadapi Perubahan: Jaga Keberlanjutan Layanan HIV”.

Tema ini sejalan dengan target Tri Zeroes, yakni tidak ada infeksi baru HIV, tidak ada kematian akibat AIDS, dan tidak ada diskriminasi terhadap ODHA, sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia tanpa AIDS pada 2030. (kwl/fer)

Editor : fery ardi susanto
#wabup sukoharjo eko sapto purnomo #Hari AIDS Sedunia 2025