RADARSOLO.COM – Harapan masyarakat Sukoharjo memiliki gedung pertemuan megah dan representatif kini terwujud. Setelah Bupati Sukoharjo Etik Suryani soft launching Gedung Budi Sasono, Rabu (17/12).
Gedung ini dibangun di atas lahan eks Gedung Budi Sasono lama dan kantor DPRD. Menjadi simbol transformasi fasilitas publik di Sukoharjo, dan dirancang sebagai ruang multifungsi untuk seluruh lapisan masyarakat.
“Alhamdulillah pembangunan gedung selesai dengan baik. Harapan kami, gedung ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat Sukoharjo. Serta mampu mewujudkan impian masyarakat memiliki gedung yang representatif,” kata Etik.
Ruang utama gedung mampu menampung 4.000 orang. Sedangkan area pendapa sekira 1.000 orang. Menurut Etik, Gedung Budi Sasono terbuka untuk umum dan berbagai kegiatan.
Mulai dari sosialisasi pemerintah, pameran dan kegiatan UMKM, hajatan pernikahan, lomba, aktivitas anak-anak, dan sebagainya. Tarif sewanya mulai dari Rp 8 juta-Rp 25 juta. Besaran tarif menyesuaikan jenis serta skala kegiatan yang digelar.
Pembangunan Gedung Budi Sasono sendiri merupakan salah satu proyek strategis Pemerintah Kabupaten Sukoharjo yang dikerjakan pada tahun 2024. Anggaran pembangunan gedung mencapai Rp33,6 miliar, ditambah pembangunan pagar keliling dengan anggaran sekitar Rp2,2 miliar.
Berdasarkan detail engineering design (DED), gedung ini berdiri di atas lahan seluas 11.169 meter persegi atau sekitar 1,1 hektare, dengan luas bangunan mencapai 6.550 meter persegi. Secara desain, Gedung Budi Sasono terdiri atas dua bangunan yang menyatu, yakni pendapa dan ruang utama dalam gedung.
"Sebagai fasilitas publik modern, Gedung Budi Sasono juga mengedepankan konsep ramah difabel. Fasilitas ramp disediakan untuk memudahkan pengguna kursi roda, serta dilengkapi kamar mandi pria dan wanita, serta ruang transit yang berada di bagian belakang bangunan utama," ujar Etik.
Dengan hadirnya Gedung Budi Sasono, Pemerintah Kabupaten Sukoharjo berharap masyarakat memiliki ruang bersama yang nyaman, layak, dan multifungsi, sekaligus mampu menjadi pusat kegiatan sosial, budaya, dan ekonomi yang hidup dan inklusif. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto