RADARSOLO.COM – Setidaknya 24 siswa TK Teladan Sukoharjo Kota terpaksa direlokasi ke bekas gedung SD Negeri 2 Gayam, Sukoharjo Kota. Relokasi dilakukan menyusul rencana pembongkaran gedung TK Teladan yang akan diratakan untuk pengembangan sentra kuliner atau pujasera di pusat kota.
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sukoharjo Havid Danang Purnomo Widodo mengatakan, pemindahan siswa dilakukan demi kelangsungan kegiatan belajar mengajar. Gedung SD Negeri 2 Gayam dipilih karena sudah lama tidak digunakan setelah sekolah tersebut di-regrouping, sehingga dinilai masih layak dimanfaatkan untuk sementara waktu.
Menurut Havid, pihaknya memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan dengan aman dan nyaman meski menempati gedung bekas SD. Penyesuaian sarana prasarana dilakukan agar sesuai dengan kebutuhan pendidikan anak usia dini.
Ia menegaskan relokasi ini bersifat solusi sementara, sambil menunggu kebijakan lanjutan terkait keberadaan TK Teladan ke depan.
Sementara itu, rencana penataan kawasan tersebut juga menyasar fasilitas olahraga yakni lapangan tenis Budi Kridasena. Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Sukoharjo Setyo Aji Nugroho menegaskan, lapangan Tenis Budi Kridasena tetap dapat digunakan masyarakat, paling tidak hingga akhir 2025. Bahkan, saat ini penggunaan lapangan tenis tersebut sudah tidak dipungut biaya sewa.
“Lapangan Tenis Budi Kridasena masih aktif digunakan untuk olahraga tenis. Di akhir 2025 juga masih ada satu event tenis yang akan digelar,” jelasnya.
Selain TK Teladan dan lapangan tenis, pembangunan Pujasera juga akan meratakan gedung bekas kantor disporapar yang saat ini digunakan untuk sekretariat KONI, Forum OSIS, P4GN dan Paralimpic. Organisasi organisasi itu juga sudah diberikan tempat baru disejumlah aset Pemkab di wilayah Sukoharjo Kota. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto